Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Dalam Negeri Dilindungi, Menperin Optimistis Kontribusi Manufaktur Meningkat

📅 Rabu, 12 Nov 2025, 21:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasar Dalam Negeri Dilindungi, Menperin Optimistis Kontribusi Manufaktur Meningkat Doc: ANTARA/ Maulana Surya
Ket. Ilustrasi - Pekerja menyelesaikan pesanan produk tekstil untuk ekspor di pabrik Sari Warna Solo, Jawa Tengah.

JAKARTA – Perlindungan pasar domestik menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan dan daya saing industri dalam negeri.

Di tengah derasnya arus impor dan liberalisasi perdagangan global, kebijakan protektif yang terukur diperlukan untuk melindungi produsen nasional dari praktik dumping dan dominasi produk asing.

Langkah ini bukan berarti menutup pasar, melainkan menciptakan ruang bagi industri lokal untuk tumbuh, berinovasi, dan meningkatkan efisiensi.

Dengan pasar domestik yang kuat, industri nasional dapat menjadi basis produksi yang berkelanjutan sekaligus penopang ekspor bernilai tambah.

Sinergi antara kebijakan perdagangan, insentif industri, dan pengawasan impor menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan dan daya saing ekonomi.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan perlindungan pasar seperti penambahan hambatan nontarif atau non-tariff measures (NTM) bisa memacu kontribusi manufaktur terhadap perekonomian nasional.

"Kalau negara lebih berani untuk menyiapkan kebijakan NTM, itu pasti kami sepakat dan kami yakin akan bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui manufaktur," kata Menperin ditemui di Jakarta, Rabu (12/11).

Disampaikan dia, NTM merupakan salah satu instrumen yang bisa dipakai oleh negara manapun, termasuk Indonesia yang bisa digunakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pertumbuhan manufaktur. Amerika Serikat misalnya, memiliki sekitar 4.900-an NTM, namun Indonesia baru memiliki 209 NTM.

"Ini bukan artinya kita harus balapan, Amerika 4.900 NTM artinya kita harus 4.000 juga, bukan.Tetapi faktanya angka kita 209 NTM, artinya perlindungan bagi industri dalam negeri kita, perlindungan bagi ekonomi nasional kita masih minim," kata dia lagi.

Adapun pada kuartal III 2025, manufaktur tumbuh sebesar 5,58 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04 persen (yoy). Sementara kuartal II 2025 pertumbuhan manufaktur 5,60 persen (yoy) yang juga lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12 persen (yoy).

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan saat ini terdapat enam sektor industri yang dibanjiri produk impor jadi yaitu tekstil, baja, elektronik, kosmetik, keramik dan alas kaki.

‎‎

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif ditemui di Jakarta, Selasa (11/11), menyatakan masifnya produk impor mengganggu kinerja enam sektor tersebut, serta membuat utilisasi dan produksi industri terkait menjadi tidak maksimal.

‎"Itu membuat industri di dalam negeri mau produksi banyak berpikir terlebih dahulu. Akhirnya menahan. Harusnya bisa produksi 100, produksi 60 dulu. Takutnya nanti tidak terserap pasar," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.