Ledakan di SMAN 72 Jadi Peringatan Serius, DPR Dorong Pembatasan dan Pengawasan Ketat Gim Daring untuk Anak
Selasa, 11 Nov 2025, 18:10 WIBJAKARTA, KORAN-JAKARTA.COM -Â Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menegaskan perlunya penerapan batas klasifikasi usia yang jelas dalam distribusi gim daring di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan menyusul wacana pembatasan permainan daring setelah peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta yang diduga berkaitan dengan aktivitas gim.
Menurut Amelia, langkah pemerintah untuk menelaah dan memperketat regulasi gim daring merupakan upaya penting dalam menjaga keamanan serta membentuk perilaku generasi muda di ruang digital. Ia menekankan bahwa keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama.
âSebagai anggota Komisi I yang membidangi komunikasi dan informatika, saya mendorong pendekatan teknologi yang tepat sasaran,â ujar Amelia di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (11/11/2025).
Amelia menilai bahwa selain pembatasan usia, kontrol orang tua atau parental controls juga harus diperkuat dengan sistem yang mudah digunakan. Ia mendorong agar setiap platform menyediakan pengaturan waktu bermain bagi pengguna di bawah umur, serta mekanisme pelaporan, moderasi, dan pemblokiran konten berbahaya yang transparan dan akuntabel.
Ia juga menyoroti pentingnya kepatuhan platform terhadap regulasi nasional, terutama dalam hal perlindungan data pribadi dan keamanan transaksi di dalam gim. Meski demikian, ia menekankan bahwa semua kebijakan harus tetap memberi ruang bagi inovasi yang sehat di industri gim nasional.
Lebih lanjut, Amelia mengingatkan agar pembatasan tidak sekadar dilakukan secara reaktif. Kebijakan tersebut, kata dia, harus menjadi bagian dari kerangka yang lebih besar, yakni perlindungan anak, keamanan siber, dan peningkatan literasi digital.
âMasalah ini menuntut keterlibatan orang tua, guru, manajemen sekolah, penyedia gim, serta regulator dengan proporsi yang tepat dan berbasis bukti,â tegasnya.
Amelia menyebut bahwa batas antara anak dan konten berisiko kini semakin kabur. Dalam satu klik, anak-anak bisa mengakses informasi yang tidak sesuai dengan usia mereka. Menurutnya, generasi muda saat ini tumbuh bersama algoritma dan forum anonim yang sering kali tidak tersaring dengan baik.
âSolusinya harus ekosistemik, memperkuat peran keluarga dan sekolah, meningkatkan literasi digital, serta menata tata kelola platform,â lanjutnya.
Ia pun mengajak berbagai pihak, mulai dari Kemendikbudristek, Kominfo, BSSN, KPAI, pihak sekolah, orang tua, industri gim, hingga masyarakat, untuk bersinergi membangun ruang digital yang lebih aman.
âJadikan momentum ini untuk menata ekosistem yang aman, sehat, dan produktif bagi generasi muda. Bukan hanya dengan pembatasan, tetapi juga penguatan karakter dan pengelolaan ruang digital yang bijak,â tutup Amelia.
- Anggota DPR
- Ledakan SMAN 72
- Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Utara
Redaktur: Muhammad Ihsan Karim
Penulis: Muhammad Ihsan Karim
Berita Terkait:
-
Kronologi Kecelakaan Mobil Anggota DPR Gus Hilman di Tol Paspro, Sopir Diduga Mengantuk
-
Rumah ibadah terdampak bencana siap digunakan saat Ramadhan
-
Alcaraz Tatap Musim Turnamen Tanah Liat Usai Tersingkir di Miami
-
Dengar Aspirasi Langsung, Pimpinan DPR Terima Audiensi Masa Aksi Hari Buruh
-
Jerman Pertimbangkan Terlibat di Selat Hormuz Usai Konflik Timur Tengah
-
Anji Rilis Single Terbaru 'Kau' untuk Rayakan 10 Tahun Lagu 'Dia'
-
Penutupan Selat Hormuz Mulai Berimbas ke Ekonomi Negara-negara Asia, Bagaimana Indonesia?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.