Hasil Survei Bank Indonesia Perkirakan Penjualan Eceran Oktober 2025 Meningkat
Selasa, 11 Nov 2025, 16:15 WIBJAKARTA - Hasil survei Bank Indonesia (BI) memperkirakan terjadi peningkatan kinerja penjualan eceran bulan Oktober 2025. Indeks Penjualan Riil (IPR) diperkirakan tumbuh sebesar 4,3 persen secara tahunan.
Pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan September yang tercatat sebesar 3,7 persen.
"Sumber kenaikan pertumbuhannya adalah penjualan Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau, Barang Budaya dan Rekreasi, serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya," kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Selasa (11/11).
Berdasarkan hasil survei BI, secara bulanan, perkiraan meningkatnya penjualan ritel bulan Oktober karena adanya momen Hari Natal.
"Secara bulanan, penjualan eceran pada Oktober 2025 diprakirakan tumbuh 0,6 persen, seiring peningkatan permintaan masyarakat jelang persiapan Hari Natal," ucap Denny.
BI mencatat, secara tahunan terjadi peningkatan penjualan eceran dalam beberapa bulan terakhir. Pada September 2025, IPR secara tahunan tumbuh sebesar 3,7 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan Agustus sebesar 3,5 persen.
Pertumbuhan IPR bulan September didukung oleh peningkatan penjualan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori. Termasuk peningkatan penjualan kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau,serta Barang Budaya dan Rekreasi.
Namun,secara bulanan, penjualan eceran pada bulan September terkontraksi sebesar 2,4 persen. Terutama dipengaruhi oleh penurunan penjualan pada Subkelompok Sandang.
Dari sisi harga, hasil survei BI memperkirakan akan ada tekanan inflasi pada tiga dan enam bulan yang akan datang. Yakni inflasi di bulan Desember 2025 dan Maret 2026 diperkirakan meningkat.
Perkiraan adanya tekanan inflasi tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH). PadaDesember 2025 IEH nya sebesar 157,2 dan Maret 2026 IEH nya melonjak menjadi sebesar 172,5
Peningkatan IEH bulan Oktober sejalan dengan kenaikan permintaan jelang perayaan Natal 2025. Sedangkan kenaikan IEH Maret 2026 disebabkan karena adanya momen Idulfitri 2026. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Menang 5-2 Belum Cukup, Luis Enrique Siapkan 'Neraka' untuk Chelsea di Stamford Bridge
-
Malteng Siapkan Rp640 Miliar, Industri Kelapa dan Pala Siap Dongkrak Ekonomi Daerah
-
Puluhan Instalasi Seni Dipamerkan dalam Pameran Anarta Topeng Labu 2026
-
Analis: Sentimen 'Sell America' Dorong Penguatan Rupiah
-
Kemenekraf Targetkan Penyaluran KUR Berbasis KI Rp10 Triliun
-
Google akan Buka Pusat Pengembangan AI di Jerman
-
Menko Perekonomian Umumkan Kewajiban THR untuk ASN dan Swasta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.