Diminati 1.000 Santri, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya Siapkan Santri Terjun ke Dunia Kerja
Selasa, 11 Nov 2025, 14:50 WIBSURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah meresmikan Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya, Senin (10/11) malam. Seperti namanya, pesantren ini siap mencetak santri-santri yang tak hanya menguasai ilmu agama, melainkan juga dibekali sembilan budang kompetensi di antaranya content creator dan public speaking sehingga bisa diterapkan di dunia kerja.
Pendiri Pesantren Digipreneur Al Yasmin Helmy M. Noor mengatakan, dengan begitu para santri akan mendapat dua ijazah dari ilmu agama dan ilmu terapan dunia kerja.Â
"Tujuan didirikan pesantren ini agar santri ketika lulus punya pandangan apa yang dilakukan setelahnya. Sehingga mereka menguasai ilmu ngaji, aspek digital dan sudah punya skill untuk bersaing, mereka mendapa tijazah pondok dan ijazah kompetensi."
"Kalau biasanya santri baca kitab, sekarang bagaimana ada kolaborasi juga menggunakan laptop. Artinya, laptop ini simbol IT, simbol teknologi," terang Helmy
Dia melanjutkan, kitab dan teknologi bisa berseiring saling melengkapi, tidak sebaliknya.
"Jadi kalau orang belajar lewat kitab sekarang ditambahi lewat laptop. Untuk kepentingan apa? Kepemtingan penguasaan digitalnya. "Ini yang akan dikembangkan di sini," tuturnya.
Menurut Helmy, Al Yasmin juga akan mengajarkan soal enterpreneur. Sehingga begitu keluar dari pesantren ini sudah mempunyai bekal, sudah punya pandangan apa yang akan dilakukan atau dikerjakan.
"Sehingga selain ngaji, mereka juga menguasai aspek digital dan punya skill untuk bisa bersaing di luar, siap kerja juga," katanya.
Karena itu, selain ijazah pondok, lulusan Pesantren Digipreneur Al Yasmin juga akan mengantongi ijazah kompetensi. Sedang lama pendidikan di pesantren ini berlangsung setahun.Â
Untuk santrinya sendiri, Helmy menjelaskan ada dua pilihan yang ditawarkan Pesantren Digipreneur Al Yasmin, yaitu santri bisa pulang setiap selesai berkegiatan di pesantren dan kedua mondok.
"Kalau santri yang short course satu dua hari. Kalau yang mondok ya satu tahun. Mereka belajar soal konten kreator, public speaking, dan video," ungkapnya.
Saat ini, kata Helmy, jumlah santri yang hendak belajar ilmu agama dan Interpreneur digital di Al Yasmin sebanyak 1.000 orang yang short course. Sedang yang mondok berjumlah 36 santri.
Peresmian Pesantren Digipreneur Al Yasmin pada Senin malam kemarin juga ada pencatatan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
Pesantren Digipreneur Al Yasmin dianugerahi rekor MURI untuk kategori "Peresmian Lembaga Pendidikan Agama Dengan Pertunjukan Drone Konfirmasi Terbanyak".Â
- Pesantren Enterpreneur
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.