Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Siasat Pemkot Serang Hadapi Penurunan Transfer Pusat

📅 Senin, 10 Nov 2025, 15:40 WIB | Oleh:
Siasat Pemkot Serang Hadapi Penurunan Transfer Pusat Doc: ANTARA/Desi Purnama Sari
Ket. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang, Imam Rana Hardiana, di Serang, Senin (10/11).

Serang -- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten, menyiapkan strategi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyiasati dampak penurunan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang, Imam Rana Hardiana, di Serang, Senin, mengatakan KUA-PPAS 2026 tersebut telah resmi disepakati Pemkot bersama DPRD Kota Serang senilai Rp1,531 triliun dalam Rapat Paripurna yang digelar di DPRD Kota Serang.

Ia mengungkapkan bahwa struktur anggaran tersebut disusun di tengah tantangan fiskal akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.

"Ada pengurangan dana transfer pusat sebesar Rp186 miliar," katanya.

Ia menjelaskan bahwa penurunan signifikan tersebut berdampak langsung pada proyeksi belanja daerah.

"Jadi otomatis berdampak pada belanja daerah yang berkurang sekitar Rp100 miliar lebih," jelasnya.

Sebagai langkah untuk menyiasati kondisi tersebut dan menjaga keseimbangan fiskal daerah, lanjut Imam, Pemkot Serang akan berfokus menggenjot target PAD pada tahun 2026.

"Ada peningkatan PAD yang kita targetkan sebesar Rp86 miliar. Itu salah satu upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah," tegasnya.

Meski demikian, Imam menyebut angka KUA-PPAS Rp1,531 triliun tersebut masih bersifat sementara dan akan di finalisasi dalam penetapan APBD 2026.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, memastikan bahwa strategi penyesuaian anggaran tersebut tidak akan mengganggu program-program prioritas. Ia menjamin seluruh program unggulan Wali Kota Budi Rustandi dan Wakil Wali Kota Nur Agis Aulia tetap berjalan.

"Semua program unggulan Budi-Agis tetap masuk dalam KUA-PPAS 2026. Intinya, program unggulan terus kita dorong supaya bisa terealisasi semuanya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Truk Trailer Alami Kecelaka...
Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.