Musetti Hadapi Fritz di ATP Finals: Antara Keletihan dan Misi Kebangkitan

Senin, 10 Nov 2025, 08:45 WIB

TURIN, ITALIA- Lorenzo Musetti akan memulai debutnya di ATP World Tour Finals dengan menghadapi Taylor Fritz pada Selasa (11/11), setelah pekan yang melelahkan di Athena. Petenis Italia itu baru saja menjalani final maraton melawan Novak Djokovic pada ajang ATP 250 di Yunani, laga yang berlangsung lebih dari tiga jam dan berakhir dengan kekalahan.

Musetti turun ke turnamen tersebut dengan keharusan meraih gelar demi mengamankan tiket terakhir ke Turin. Namun, meski gagal menang, mundurnya Djokovic membuat pintu tetap terbuka bagi petenis berusia 23 tahun itu untuk tampil di depan publik sendiri pada ajang penutup musim.

Ket. Foto: Lorenzo Musetti. — Sumber: AFP

Situasi kualifikasi musim ini sempat menimbulkan drama dan kebingungan, mulai dari kepastian keikutsertaan Djokovic, peluang Felix Auger-Aliassime, hingga perjuangan Musetti yang harus “wajib menang”. ATP sendiri telah mengumumkan perubahan format kualifikasi yang akan berlaku mulai 2026, setelah kritik terkait ketidakpastian yang berlarut-larut.

Di Athena, Musetti tampil penuh determinasi, berusaha menutup puasa gelar selama tiga tahun. Ia memaksa Djokovic, pemilik 24 gelar Grand Slam, bermain hingga set penentuan, sebelum petenis Serbia berusia 38 tahun itu mengklaim gelar ke-101 sepanjang karirnya.

Kini, Musetti harus memulihkan fisik dan mental dengan cepat. Ia kembali ke Turin dengan target meraih kemenangan keempat secara beruntun atas Fritz, petenis nomor satu Amerika Serikat. Musetti unggul 3-2 dalam lima pertemuan terakhir, termasuk kemenangan di Monte Carlo, duel epik lima set di Wimbledon, dan pertemuan di Olimpiade Paris tahun lalu.

Namun, tantangannya tidak ringan. Musetti memasuki turnamen dengan rekor 44-20 musim ini, tapi harus melawan kelelahan setelah rangkaian laga intensif. Rekornya melawan petenis peringkat 10 besar musim ini juga kurang meyakinkan: 5 menang, 8 kalah, dan empat kekalahan beruntun, termasuk dari Alcaraz, Sinner, Zverev, dan Djokovic.

Di sisi lain, Fritz datang dengan performa yang tak sepenuhnya stabil. Setelah mencapai final di Tokyo dan memenangi tujuh laga beruntun, performanya menurun dengan hanya memenangkan separuh dari enam pertandingan terakhir di level tur, termasuk tersingkir dini di Shanghai, Basel, dan Paris. Meski begitu, petenis berusia 28 tahun itu tetap percaya diri dengan 55 kemenangan sepanjang musim 2025, termasuk kemenangan atas Zverev dan Alcaraz di Laver Cup.

Fritz pernah menembus final ATP Finals tahun lalu sebelum kalah dari Jannik Sinner. Kini ia kembali ke Turin, berharap mengulang momentum menghadapi petenis tuan rumah.

Secara head-to-head, Musetti sedikit di atas angin. Tetapi konteks pertandingan kali ini berbeda: kondisi fisik Musetti menjadi faktor penentu.

Dengan situasi tersebut, Fritz dipandang memiliki peluang lebih besar di laga pembuka Grup Jimmy Connors ini, terutama jika Musetti belum sepenuhnya pulih dari duel beratnya akhir pekan lalu.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.