Buka Jakarta Investment Award 2025, Gubernur Pramono Janjikan Reformasi Iklim Usaha Berkelanjutan

Senin, 10 Nov 2025, 20:00 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri Jakarta Investment Award 2025 di Hotel The Westin, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Senin (10/11). Acara ini digelar untuk memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang dinilai berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan investasi di Ibu Kota.

Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menyampaikan terima kasih atas kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), dan pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa Pemprov DKI berkomitmen penuh menciptakan iklim investasi yang ramah, transparan, dan berdaya saing tinggi.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

"Saya menyampaikan terima kasih atas kerja sama dan kolaborasi yang baik antara APINDO dan pemerintah pusat dalam penyelenggaraan Jakarta Investment Award. Kegiatan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga langkah penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap Jakarta sebagai kota yang kredibel dan pro-investasi," ujar Pramono.

Gubernur Pramono menilai, ajang ini menjadi momentum penting untuk menegaskan posisi Jakarta sebagai kota yang dipercaya oleh investor nasional maupun global. Ia menekankan bahwa kepercayaan publik adalah fondasi utama bagi pertumbuhan investasi berkelanjutan di Ibu Kota.

"Yang utama bagi kami adalah membangun kepercayaan publik. Karena kepercayaan itulah yang menjadi dasar datangnya investasi. Pemerintah harus dipercaya, dan setiap persoalan harus diselesaikan dengan cepat serta transparan. Itulah yang kini kami lakukan melalui pembenahan di berbagai sektor," imbuhnya.

Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa Pemprov DKI terus memperkuat infrastruktur publik, layanan digital, dan transportasi massal untuk menunjang kegiatan ekonomi dan investasi. Ia menegaskan, sektor transportasi menjadi tulang punggung mobilitas para pelaku usaha serta masyarakat.

"Kami mendorong agar layanan transportasi publik seperti Transjakarta dan moda transportasi terintegrasi lainnya berjalan optimal, demi mendukung mobilitas pelaku usaha dan masyarakat. Saya juga mengajak dunia usaha untuk bersama-sama membangun Jakarta menuju kota global yang tangguh dan berdaya saing," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu, memberikan apresiasi atas capaian Pemprov DKI dalam menjaga pertumbuhan investasi di tengah dinamika ekonomi global. Ia menyebutkan bahwa tingkat pertumbuhan investasi di Jakarta terus menunjukkan tren positif.

"Secara year on year, pertumbuhan investasi di Jakarta mencapai sekitar 45 persen. Ini menjadikan Jakarta sebagai salah satu provinsi dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia," ungkap Wamen Todotua.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Pemerintah juga akan terus memperkuat sinergi dalam hal penyederhanaan perizinan dan peningkatan kepercayaan publik terhadap layanan investasi.

"Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk dengan DPMPTSP, menjadi kunci terciptanya iklim investasi yang kondusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kami berharap Jakarta dapat menjadi role model bagi provinsi lain dalam reformasi pelayanan perizinan dan tata kelola investasi," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum APINDO, Shinta Kamdani, memuji langkah-langkah strategis yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono. Ia menilai, berbagai reformasi dalam sistem perizinan dan deregulasi berhasil memberikan kepastian berusaha bagi pelaku usaha.

"Kami melihat banyak kemajuan nyata dalam pemerintahan Pak Pramono, terutama dalam hal perizinan dan deregulasi. Hal ini dirasakan langsung oleh pelaku usaha. Ada banyak reformasi struktural yang dilakukan untuk meningkatkan kepastian berusaha. Perbaikan nyata inilah yang menumbuhkan kembali kepercayaan investor terhadap Jakarta," ujar Shinta.

Ia juga menyoroti bahwa pembaruan sistem Online Single Submission (OSS) yang dilakukan oleh Kementerian Investasi turut memperkuat iklim usaha di tingkat daerah. Menurutnya, transformasi digital tersebut telah mempercepat proses perizinan dan memudahkan dunia usaha dalam mengakses layanan investasi.

"Dengan berbagai perbaikan yang dilakukan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah, kami dari kalangan pengusaha semakin percaya diri bahwa iklim usaha di Jakarta akan semakin baik dan kompetitif," tutupnya.

Melalui Jakarta Investment Award 2025, pemerintah berharap dapat memperkuat ekosistem investasi yang transparan dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Acara ini juga menjadi simbol bahwa Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai pusat bisnis nasional, tetapi juga sebagai magnet utama bagi investor global yang ingin menanamkan modal di Indonesia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.