Taman Safari Indonesia Beri Mobil Listrik untuk Juara IAPVC 2025
Minggu, 09 Nov 2025, 18:34 WIBKABUPATEN BOGOR - Taman Safari Indonesia (TSI) menutup rangkaian International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) ke-34 dengan menghadiahkan mobil listrik kepada juara utama.
Presiden Direktur TSI Aswin Sumampau di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/11), menyebutkan, kompetisi ini bukan sekadar ajang seni, tetapi juga gerakan kolaboratif untuk menumbuhkan kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan.
âSetiap karya yang kami terima seakan berbicara tentang perjuangan, keindahan, dan harapan. Konservasi bukan tanggung jawab satu pihak, melainkan gerakan bersama yang lahir dari kreativitas dan kepedulian,â kata Aswin.
Ajang bertema âThe Picture of Natureâs Secretâ itu menjadi wadah apresiasi bagi fotografer dan videografer yang mengabadikan keindahan serta pesan pelestarian satwa liar melalui karya visual yang inspiratif.
Pada hari penutupan yang berlangsung di MGP Space, SCBD Jakarta, Jumat (8/11), IAPVC 2025 mencatat rekor baru dengan 26.291 karya dari 9.115 peserta, meningkat 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Antusiasme ini mencerminkan tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap konservasi satwa dan alam.
Puncak malam penghargaan menobatkan Adhitya Wibhawa sebagai peraih Grand Prize IAPVC 2025 lewat karya potret elang dengan pencahayaan dramatis dan komposisi kuat, menggambarkan ketenangan, kekuatan, serta kesunyian alam liar.
Sebagai bentuk apresiasi, TSI menghadiahkan satu unit mobil listrik Wuling Air EV Lite kepada pemenang utama, simbol penghargaan atas kreativitas dan kepedulian terhadap konservasi satwa.
Kompetisi juga memberikan penghargaan di enam kategori, termasuk kategori media sosial dan kompetisi khusus di lokasi roadshow seperti Bogor, Solo, dan Prigen. Selain hadiah utama, pemenang memperoleh uang tunai ratusan juta rupiah.
Alexander Zulkarnain dari TSI Group menjelaskan, IAPVC terbuka untuk umum, baik pemula maupun profesional. Peserta bebas memotret di Taman Safari atau lokasi lain, dengan syarat wajib melampirkan file mentah (raw file) untuk menjaga orisinalitas karya.
âKeaslian foto sangat penting. Kami melarang penggunaan teknologi AI karena ingin menjaga integritas visual dan pesan konservasi yang jujur,â ujarnya. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Dirikan Posko Mudik dI Giwangan, DPC PDI Perjuangan Yogyakarta Berbagi Bingkisan & Sediakan Buka Bersama
-
Vivere Group Hadirkan Beragam Koleksi Desain di IndoBuildTech 2025
-
Waspada! BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat di Aceh: Dipole Mode Aktif
-
Keajaiban di Taman Safari! Kodok Darah Langka Berhasil Dikembangbiakkan, Dunia Konservasi Terpukau!
-
Aplikasi Video Sora dari OpenAI Bikin Heboh Dunia Digital, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
-
Taman Safari Indonesia Resmikan Destinasi Wisata Baru di Puncak: Enchanting Valley, All-in-One Recreation, Dining, and Entertainment
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.