Waspada! BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat di Aceh: Dipole Mode Aktif
Senin, 15 Sep 2025, 17:35 WIBBanda Aceh - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh memprediksi sejumlah wilayah di Aceh berpotensi dilanda hujan ringan hingga lebat akibat aktifnya dipole mode hingga 17 September 2025.
"Potensi hujan yang terjadi sekarang ini diakibatkan oleh adanya dipole mode yang terpantau aktif memicu adanya aktivitas konvektif di wilayah Indonesia bagian barat," kata Prakirawan BMKG Aceh, Betsi di Banda Aceh, Senin (15/9).
Dipole mode merupakan fenomena interaksi laut-atmosfer di Samudra Hindia yang dihitung berdasarkan perbedaan nilai (selisih) antara anomali suhu muka laut perairan pantai timur Afrika dan barat sumatera. Secara umum, berdampak pada meningkatnya curah hujan di Indonesia bagian barat.
Selain itu, kata Betsi, aktifnya gelombang Kelvin, adanya daerah konvergensi di wilayah Aceh serta kondisi suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat sumatera dapat meningkatkan penambahan massa uap air.
"Beberapa kondisi dapat berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Aceh yang berpeluang menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, dan bisa disertai kilat/petir serta angin kencang," ujarnya.
Betsi menyebutkan, Â wilayah yang berpotensi diguyur hujan sedang-lebat yang disertai petir serta angin kencang, di antaranya pada15 September 2025, mengguyur wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tengah, Sabang, Nagan Raya, Simeulue, Subulussalam, Gayo Lues dan Bener Meriah.
Kemudian, 16 September 2025Â diprediksikan bukan bakal melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara.
Selanjutnya 17 September 2025, mengguyur Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Gayo Lues dan Bireuen.
Yerkait kondisi tersebut, BMKG juga mengimbau kepada masyarakat Aceh agar selalu hati-hati ketika melakukan aktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan, karena dapat mengakibatkan jalanan licin dan berkurangnya jarak pandang.
Kemudian, sebaiknya menjauh dari tubuh air (misal sungai, pantai, danau, embung dan waduk), dari lereng rawan longsor serta pohon yang rawan tumbang). Serta, harus selalu meningkatkan kewaspadaannya.
"Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tetap waspada dengan terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui berbagai kanal resmi BMKG," katanya.
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Taman Bendera Pusaka: Antara Keindahan Arsitektur dan Tantangan Budaya Membuang Sampah
-
Kiandra Ramadhipa Pembalap Indonesia akan Tampil di Moto3 Junior World Championship 2026
-
Setelah Selat Hormuz, Kini Giliran Yaman Ancam Tutup Jalur Laut Merah
-
Susu MBG Dijual di Minimarket, Kok Bisa? Ini Klarifikasi BGN
-
Update Arus Balik Lebaran 30 Maret 2026: Data Okupansi KAI dan Sisa Tiket Kereta
-
Amerika Lega, Inggris Relakan Pangkalan-pangkalannya untuk Basis Serang Iran
-
Kanwil BPN, Kanwil Kemenag, dan Kejati Kepri Teken MoU
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.