RSF Bersedia Gencatan Senjata dengan Pemerintah Sudan

Sabtu, 08 Nov 2025, 13:21 WIB

KAIRO - Pemberontak Sudan dari Pasukan Dukungan Cepat (RSF) mengumumkan persetujuannya untuk melaksanakan gencatan senjata kemanusiaan dengan pasukan pemerintah sebagai bagian dari inisiatif yang diusulkan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab (UAE), Arab Saudi dan Mesir.

"Untuk menanggapi aspirasi dan kepentingan rakyat Sudan, Pasukan Dukungan Cepat menegaskan kesediaannya untuk memberlakukan gencatan senjata kemanusiaan yang diusulkan negara-negara Quad (Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Kerajaan Arab Saudi, dan Republik Arab Mesir) guna mengatasi konsekuensi kemanusiaan yang sangat parah akibat perang sekaligus memperkuat perlindungan bagi warga sipil," demikian pernyataan RSF, Kamis.

Ket. Foto: Para pejuang mendampingi gubernur Negara Bagian Darfur di Sudan keluar dari kendaraan saat singgah di kota Gedaref di bagian timur. — Sumber: AFP

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa sesuai dengan ketentuan kesepakatan, maka bantuan kemanusiaan akan segera didistribusikan.

RSF juga menyampaikan harapan bahwa jika gencatan senjata tercapai, maka akan ada kemungkinan pembahasan untuk menghentikan permusuhan secara total dan prinsip-prinsip dasar proses politik di Sudan untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan.

Pada 26 Oktober, kelompok pemberontak itu mengklaim telah menduduki markas Divisi Infanteri ke-6 Angkatan Darat Sudan di Kota Al Fashir setelah 18 bulan bertempur memperebutkan kota itu, yang menjadi benteng utama pemerintah di Darfur Utara.

Salah satu pejabat Sudan menyebutkan bahwa jumlah korban tewas di Kota El-Fashir bertambah menjadi 2.200 orang setelah kota itu jatuh ke tangan RSF.

Sejak 15 April 2023 Sudan menyaksikan pertempuran sengit antara RSF yang dipimpin Muhammad Hamdan Dagalo dan militer Sudan.

Pada Maret lalu militer Sudan mengumumkan pembebasan penuh Ibu Kota Khartoum dari kendali RSF. Namun, pada awal April RSF menggencarkan serangan di wilayah barat dan selatan Sudan — terutama di Darfur dan Kordofan — dan mengumumkan pembentukan pemerintahan sendiri di wilayah-wilayah yang mereka kuasai.

Kedua pihak saling menuduh telah membunuh warga sipil.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.