- Home
-
- Luar Negeri
-
- Donald Trump Sebut Demokra...
Donald Trump Sebut Demokrat Ingin Hancurkan Amerika Serikat
Jumat, 07 Nov 2025, 01:00 WIBWASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Rabu (5/11) menuduh kubu Demokrat "kamikaze" bersiap menghancurkan negara saat penutupan pemerintah menjadi yang terpanjang dalam sejarah, melampaui rekor 35 hari yang diterjadi selama masa jabatan pertama pemimpin Republik tersebut.
Badan-badan federal telah terhenti total sejak Kongres gagal menyetujui pendanaan setelah 30 September dan penderitaan semakin bertambah karena program-program kesejahteraan, termasuk bantuan yang membantu jutaan warga Amerika membeli kebutuhan pokok, berada dalam ketidakpastian.
Sekitar 1,4 juta pegawai federal, mulai dari pengontrol lalu lintas udara hingga penjaga taman, masih menjalani cuti paksa atau bekerja tanpa bayaran. Beberapa pengadilan menggunakan dana darurat agar tetap beroperasi, dengan peringatan bahwa operasional dapat melambat jika penutupan berlarut-larut.
"Saya baru saja kembali dari Jepang," kata presiden berusia 79 tahun itu dalam pertemuan sarapan pagi dengan para senator Republik di Gedung Putih saat penutupan pemerintah memasuki pekan keenam.
"Saya bicara soal pilot kamikaze. Saya pikir mereka (Demokrat) ini kamikaze. Mereka akan menghancurkan negara ini kalau perlu," imbuh dia.
Ancam Keselamatan
Sebelum penutupan yang memecahkan rekor pada tengah malam, pemerintahan Trump membunyikan peringatan atas kekacauan di bandara-bandara nasional jika krisis berlanjut hingga November, dengan semakin memburuknya kekurangan staf yang menghambat penerbangan dan menutup sebagian wilayah udara.
Menteri Perhubungan Sean Duffy mengatakan dalam konferensi pers Rabu bahwa kapasitas terjadwal untuk penerbangan dipotong sebesar 10 persen mulai Jumat (7/11) di 40 area lalu lintas udara yang sibuk.
"Akan ada pengurangan kapasitas sebesar 10 persen di 40 lokasi kami," ujar Duffy.
Menurut daftar usulan yang diberikan kepada CBS News, beberapa bandara tersibuk di negara itu di Atlanta, Dallas, Los Angeles, dan New York City, mungkin termasuk di antara yang terkena dampak.
Asosiasi Otomotif Amerika (AAA) mengatakan 5,3 juta penumpang terbang domestik selama akhir pekan Thanksgiving tahun 2023, dan memberikan angka proyeksi sebesar 5,7 juta untuk liburan tahun lalu, yang akan diperbarui akhir bulan ini.
Lebih dari 60.000 pengontrol lalu lintas udara dan petugas Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) bekerja tanpa bayaran, dan Gedung Putih telah memperingatkan bahwa peningkatan ketidakhadiran dapat menyebabkan kekacauan di antrean check-in.
Ketua DPR, Mike Johnson, mengatakan pada akhir Oktober bahwa lima persen penundaan penerbangan disebabkan oleh kekurangan staf tetapi jumlah itu sekarang telah meningkat menjadi lebih dari 50 persen.
Saat itu ia memperingatkan bahwa semakin lama penutupan berlangsung, dan semakin sedikit pengendali lalu lintas udara yang datang bekerja, keselamatan rakyat Amerika akan semakin terancam.
- shutdown as
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Gulkarmat evakuasi perempuan yang terjebak di dalam lift di Jakut
-
Pemkot Bandarlampung Kerahkan Tiga Pilar Perkuat Keamanan Wilayah
-
Sri Mulyani Pastikan APBN Siap Diandalkan untuk Program KUR
-
Rayakan Hari Orang Tua, Aktris Kim Go Eun Beri Hadiah untuk Orang Tua dan Seluruh Staf Agensinya
-
Aktris Legendaris Prancis, Brigitte Bardot, Meninggal Dunia pada Usia 91 Tahun
-
Sri Mulyani Bidik Pertumbuhan 5,8%, Mampukah Mesin Ekonomi RI Tahan Panas?
-
Pemprov DKI Jakarta Percepat Integrasi Program Satu Peta, Satu Data, dan Satu Kebijakan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.