Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Revitalisasi Pabrik Tua: Pupuk Kujang Siap Diremajakan, Langkah Serius Wujudkan Swasembada Pangan

📅 Kamis, 06 Nov 2025, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Revitalisasi Pabrik Tua: Pupuk Kujang Siap Diremajakan, Langkah Serius Wujudkan Swasembada Pangan Doc: ANTARA.
Ket. Pabrik PT Pupuk Kujang.

KARAWANG – Pabrik tua, beberapa di antaranya telah beroperasi lebih dari 30-50 tahun, seringkali menggunakan teknologi usang yang tidak efisien.

Modernisasi pabrik akan menekan konsumsi energi, seperti gas, secara signifikan, yang berdampak langsung pada penurunan biaya produksi.

Pabrik yang modern dan andal dapat memperkuat kontinuitas pasokan pupuk. Ini membantu memenuhi kebutuhan petani secara konsisten dan mencegah kelangkaan pupuk di pasaran.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendorong agar pabrik Pupuk Kujang yang sudah berusia tua bisa segera direvitalisasi, untuk efisiensi dan mendukung cita-cita pemerintah mencapai swasembada pangan.

"Pabrik Pupuk Kujang dibangun tahun 1975. Jadi usianya sudah 50 tahun," kata Zulkifli Hasan yang biasa disapa Zulhas usai melakukan plant tour di Pupuk Kujang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), Kamis (6/11).

Ia mengatakan, jika dibayangkan dengan transportasi bus, saat ini Pupuk Kujang masih menggunakan bus buatan tahun 1975. Sedangkan pihak lain sudah menggunakan bus buatan terbaru, tahun 2025. Kondisi itu membuat tidak efisien.

Zulhas menyampaikan, pabrik pupuk PT Pupuk Kujang saat ini sudah berusia 50 tahun. Sedangkan idealnya operasional sebuah pabrik itu antara 15 hingga 20 tahun.

Meski demikian, ia mengapresiasi pabrik pupuk yang terus mendukung penuh program swasembada pangan.

Zulhas menyampaikan, saat ini pemerintah meminta Pupuk Indonesia agar melakukan produksi pupuk secara efisien.

Ia memastikan efisiensi kebijakan yang dilakukan pemerintah saat ini membuat subsidi yang diberikan tetap di angka Rp44 triliun.

"Sekarang ini diambil kebijakan market to market. Jadi, subsidi kita tetap Rp44 triliun, dengan marked to market, ya, uang itu bisa dipakai untuk membeli bahan baku dan seterusnya. Sekarang Pupuk Indonesia bisa bikin pabrik satu tiap tahun. Kemudian penghematannya bisa memberikan diskon 20 persen (harga subsidi turun 20 persen)," katanya.

Disebutkan, untuk membangun satu pabrik baru dapat menghabiskan anggaran sekitar Rp8 triliun. Jadi dengan anggaran subsidi, ia meyakini Pupuk Indonesia dapat membangun pabrik baru dan merevitalisasi pabrik, dengan kebijakan efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah.

Menurut dia, revitalisasi pabrik pupuk berusia tua dan pembangunan pabrik baru ke depan diperlukan untuk mendukung cita-cita pemerintah mencapai swasembada pangan.

Sementara itu, dalam kunjungan ke Karawang Zulhas didampingi jajaran direksi PT Pupuk Indonesia dan Pupuk Kujang, Wakil Bupati Karawang Maslani serta jajaran Forkopimda Karawang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
Bapanas Pastikan Stok Kedel...
Ekonomi
Harga Daging Sapi di Goront...
Daerah
Pemkot Bandung Siapkan Tekn...
Advertisement
Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.