Papua Barat Daya Sukses Mendongkrak IPM

Kamis, 06 Nov 2025, 14:25 WIB

MANOKWARI – Sebagai provinsi baru, pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Barat Daya cukup bagus. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan status Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Papua Barat Daya tahun 2025 berhasil keluar dari kategori sedang menjadi kategori tinggi dengan capaian 70,55. Kepala BPS Provinsi Papua Barat Merry di Manokwari, Papua Barat, Kamis, mengatakan IPM Papua Barat Daya mengalami peningkatan sebesar 1,29 persen apabila dibandingkan dengan IPM tahun 2024 yaitu 69,65.

"Selama periode 2022-2025 IPM Papua Barat Daya tumbuh rata-rata 1,07 persen per tahun," kata Merry. Dia menyebut tiga dimensi pembentuk IPM mengalami peningkatan meliputi dimensi umur panjang dan harapan hidup dengan indikator Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir mencapai 70,31 tahun.

Ket. Foto: pelayanan asn — Sumber: ist

Indikator tersebut meningkat sebesar 0,41 persen atau sekitar 3,48 bulan dengan perkiraan rata-rata bayi yang baru lahir akan mampu bertahan hidup hingga mencapai usia 73,31 tahun. "UHH saat lahir merepresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat terus meningkat dari tahun ke tahun," ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, dimensi pengetahuan terdiri atas dua indikator yaitu Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk usia 7 tahun ke atas dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas. HLS Papua Barat Daya mencapai 8,69 tahun dengan rata-rata peningkatan setiap tahun sebesar 0,07 persen, sedangkan RLS mencapai 13,89 tahun dengan rata-rata peningkatan 1,87 persen per tahun.

"Indikator HLS pada 2025 meningkat 0,01 tahun atau 0,07 persen dan RLS meningkat 0,30 tahun atau 3,58 persen dibanding tahun 2024," kata Merry. Dia mengatakan dimensi pembentukan IPM Papua Barat Daya yang ketiga yaitu standar hidup layak dengan indikator pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan tercatat sebesar Rp9,08 juta.

Indikator tersebut mengalami peningkatan sebesar Rp343 ribu atau 3,93 persen dibanding tahun sebelumnya dan lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan dari tahun 2022-2024. "Pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan pada tahun 2024 sebesar Rp8,73 juta," ucap Merry.

Enam kabupaten/kota di Papua Barat Daya mengalami peningkatan nilai IPM. Peningkatan tertinggi dicapai Kabupaten Tambrauw 1,66 persen, disusul Kabupaten Sorong Selatan 1,41 persen, dan Kabupaten Maybrat 1,37 persen. Selain itu Kabupaten Sorong juga mengalami perubahan status pembangunan manusia dari kategori sedang menjadi kategori tinggi, dengan capaian nilai IPM tahun 2025 sebesar 70,60.

"IPM Kota Sorong berstatus sangat tinggi dan Kabupaten Sorong tinggi. Kabupaten Maybrat, Sorong Selatan, dan Raja Ampat, berstatus sedang. Hanya Tambrauw yang rendah," ujar Merry.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.