Intelijen: Korut Siap Lakukan Uji Coba Nuklir

Kamis, 06 Nov 2025, 02:45 WIB

SEOUL - Badan Intelijen Pertahanan Korea Selatan (Korsel) melaporkan kepada parlemen bahwa pemimpin Korea Utara (Korut) dapat segera melakukan uji coba nuklir bawah tanah dalam waktu dekat di Punggye-ri dan kini sedang menunggu perintah dari pemimpin Kim Jong-un.

Anggota Komisi Intelijen Parlemen, Park Sun-won, menyampaikan laporan intelijen tersebut setelah rapat dengar pendapat dengan Badan Intelijen Pertahanan di Majelis Nasional yang dilakukan secara tertutup pada Rabu (5/11).

Ket. Foto: Pemimpin Korut, Kim Jong-un (tengah) saat melakukan peninjauan ke lokasi pabrik di Pyongyang pada Selasa (4/11). Badan intelijen Korsel pada Rabu (5/11) melaporkan bahwa saat ini Korut dapat melakukan uji coba nuklir bawah tanah dalam waktu dekat. — Sumber: AFP/KCNA VIA KNS

“Badan Intelijen Pertahanan melaporkan bahwa Korut terus berupaya memperluas fasilitas pengayaan uranium di Yongbyon dan wilayah lain untuk memperoleh bahan nuklir, serta membangun infrastruktur guna memproduksi berbagai jenis dan jumlah hulu ledak nuklir,” ucap Park.

Laporan intelijen pun mengungkapkan bahwa Korut juga diperkirakan akan segera meluncurkan empat jenis misil balistik jarak pendek, misil jelajah berbahan bakar padat, serta peluncur roket berkaliber 600 milimeter. Pyongyang juga tengah fokus untuk mengembangkan misil jelajah hipersonik yang dirancang untuk menghindari sistem pertahanan Korsel.

Badan intelijen juga menyampaikan bahwa Korut terus berfokus mengembangkan berbagai jenis misil dan satelit pengintai militer.

Menurut laporan itu, misil balistik antarbenua (ICBM) Korut diperkirakan telah memiliki jangkauan lebih dari 13.000 kilometer, yang mampu mencapai daratan Amerika Serikat. Selain itu Pyongyang pun dinilai tengah menguji teknologi utama untuk peluncuran ICBM dengan sudut normal.

Anggota Komisi Intelijen Parlemen lainnya, Lee Sung-kwon, memaparkan bahwa Korut diduga tengah berfokus pada mengembangkan kapal perang berukuran besar untuk memperkuat kemampuan operasi jarak jauh di laut.

Tidak hanya itu, Korut diketahui sedang mengembangkan taktik yang akan diterapkan dalam latihan tempur pasukan khusus berdasarkan pengalaman penugasan di Russia, serta menerapkan operasi drone dan taktik infanteri bagi pasukannya.

Badan itu juga menyatakan bahwa Pyongyang memperkuat latihan dan perlengkapan untuk menghadapi perang drone dan perang elektronik, termasuk gangguan sinyal GPS.

Lee juga melaporkan bahwa Korut telah mengirim sekitar 5.000 pasukan konstruksi ke Russia sejak September untuk membantu rekonstruksi infrastruktur. "Sekitar 5.000 pasukan konstruksi Korut telah dipindahkan ke Russia secara bertahap sejak September dan diperkirakan akan dimobilisasi untuk rekonstruksi infrastruktur. Tanda-tanda berkelanjutan pelatihan dan pemilihan personel dalam persiapan untuk penempatan pasukan tambahan pun telah terdeteksi," ucap dia.

Badan intelijen Korsel pun mengatakan kepada anggota parlemen bahwa sekitar 10.000 tentara Korut diperkirakan saat ini dikerahkan di dekat perbatasan Russia-Ukraina, menurut Lee.

Lanjutkan Dialog

Badan intelijen Korsel pun melaporkan bahwa Pyongyang diam-diam tengah mempersiapkan kemungkinan keterlibatan dengan AS, termasuk menganalisis kecenderungan tim kebijakan Korut di Washington DC.

“Pemimpin Kim Jong-un menunjukkan kesediaan untuk melanjutkan dialog dengan AS, meskipun pertemuan antara Washington DC dan Pyongyang tidak terwujud selama KTT APEC 2025 di Gyeongju,” ucap Lee.

Badan intelijen Korsel mencatat adanya perubahan halus dalam retorika Korut, dengan menurunnya penyebutan langsung tentang penguatan senjata nuklir setelah Kim Jong-un mengisyaratkan kemungkinan dialog bersyarat dalam sesi Majelis Rakyat Tertinggi baru-baru ini.

Badan itu juga melaporkan bahwa Kim Jong-un sempat mempertimbangkan untuk menunda kunjungan Menteri Luar Negeri Choe Son-hui ke Tiongkok dan Russia di tengah spekulasi mengenai kemungkinan kontak dengan Washington DC.

Menurut analisis Badan intelijen Korsel, Korut kemungkinan akan mengejar kontak langsung dengan AS begitu kondisi dinilai tepat. Terkait kemungkinan pertemuan tingkat tinggi antara kedua negara, Badan intelijen Korsel memperkirakan latihan gabungan militer Korsel–AS pada Maret tahun depan akan menjadi titik balik penting. AFP/KBS/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.