- Home
-
- Megapolitan
-
- Antisipasi Cuaca Ekstrem d...
Antisipasi Cuaca Ekstrem di Jakarta, BPBD DKI Tebar 2,4 Ton NaCl di Langit Ibu Kota
Kamis, 06 Nov 2025, 21:26 WIBJAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta pada hari kedua operasi modifikasi cuaca (OMC) telah menyemai sebanyak 2,4 juta ton natrium klorida (garam dapur) di langit Ibu Kota untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di daerah ini.
"Melalui kerja sama dengan BMKG dan TNI AU, kami berupaya mengatur distribusi curah hujan agar tidak terkonsentrasi di daratan Jakarta," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Kamis (6/11).
Yohan mengatakan bahwa OMC sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi ekstrem di Jakarta dan sekitarnya.
Ia mengatakan, pada hari kedua OMC petugas menggunakan bahan semai higroskopis (NaCl) mencapai 2,4 ton.
Bahan semai higroskopis (NaCl) maksudnya adalah zat penyemaian awan (bahan yang disebarkan ke awan saat modifikasi cuaca) yang bersifat higroskopis, yaitu mudah menyerap uap air dari udara.
Yohan melanjutkan bahwa pelaksanaan OMC pada hari kedua menggunakan pesawat Casa A-2114 milik TNI AU, dengan tiga misi penerbangan, yakni misi pertama, pukul 09.24â11.38 WIB, misi kedua pukul 12.39â14.31 WIB dan misi ketiga pukul 15.13â17.12 WIB.
"Total bahan semai higroskopis (NaCl) yang digunakan mencapai 2.400 kilogram," ujarnya.
Yohan menjelaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana yang terus dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem di musim hujan.
"OMC dilaksanakan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi peningkatan curah hujan di Jakarta dan sekitarnya," katanya.
Pandeglang
Ia menambahkan hasil observasi lapangan menunjukkan kondisi awan yang cukup potensial di area target, terutama di Pandeglang dan perairan selatan Pandeglang, terpantau awan jenis Cumulus Congestus dengan puncak mencapai sekitar 12.000 kaki.
Awan Cumulus Congestus adalah salah satu jenis awan vertikal tinggi yang menandakan pertumbuhan awan hujan, tahap sebelum menjadi cumulonimbus (awan badai).
Selain itu, angin pada ketinggian 5.000â10.000 kaki terpantau bertiup dari arah barat hingga utara dengan kecepatan 22â26 knot, sementara di perairan barat Kabupaten Serang (Selat Sunda) cuaca cenderung cerah, sementara di bagian selatan Pandeglang dominan oleh awan Cumulus Congestus yang menjadi target penyemaian.
"Pelaksanaan OMC ini akan terus menyesuaikan dengan kondisi atmosfer harian yang dimonitor oleh BMKG. Tujuannya agar curah hujan bisa diurai di perairan sekitar Jakarta, sehingga potensi genangan dan banjir di Jakarta dapat ditekan," katanya menambahkan. Ant
- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Indonesia Great Sale 2025 Momentum Gerakkan Wisata Belanja di Indonesia
-
Pemprov Lampung Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Risiko Bencana Hidrometeorologi
-
BPBD: Modifikasi Cuaca Bukan untuk Hentikan Hujan di Wilayah Jakarta
-
2,4 Ton Garam Higroskopis Diguyurkan di Langit Sukabumi Hingga Ujung Kulon
-
Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina Dijatuhi Hukuman Mati atas Kejahatan Kemanusiaan
-
Modifikasi Cuaca untuk Mencegah Cuaca Esktrem Kembali Dilakukan BPBD DKI
-
15 Ton Garam Tambahan untuk Operasi Modifikasi Cuaca di Wilayah Riau
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.