Zohran Mamdani dari Partai Demokrat Terpilih Jadi Wali Kota New York

Rabu, 05 Nov 2025, 11:28 WIB

NEW YORK – Kandidat dari Partai Demokrat, Zohran Mamdani, memenangkan pemilihan wali kota New York pada Selasa (4/11). Dua pemilihan gubernur negara bagian yang krusial, New Jersey dan Virginia, juga dimenangkan Demokrat.

Sapu bersih kemenangan di beberapa kontes teratas di seluruh Amerika Serikat akan meningkatkan moral Partai Demokrat yang terpukul oleh serangan gencar Trump sejak kembali ke Gedung Putih, dan memicu kekhawatiran di kalangan Partai Republik.

Ket. Foto: Calon wali kota New York, Zohran Mamdani, menyapa para pendukungnya dalam pertemuan malam pemilihan pendahuluan pada 24 Juni di Queens. — Sumber: CNN

Kemenangan Mamdani diraih di tengah serangan sengit terhadap kebijakan dan warisan Muslimnya dari Presiden Donald Trump, elite bisnis, dan media konservatif.

Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan gubernur di Virginia dan New Jersey juga menunjukkan adanya perubahan suasana politik menjelang pemilihan paruh waktu tahun depan, di mana kendali Kongres akan diperebutkan.

Trump menolak bertanggung jawab atas hasil pemilu hari Selasa tersebut. Dalam sebuah unggahan di jejaring sosial Truth Social miliknya, ia mengutip "para ahli survei" anonim yang menyatakan bahwa kekalahan Partai Republik disebabkan oleh penutupan (shutdown) pemerintah dan fakta bahwa namanya tidak tercantum dalam surat suara.

Pemimpin minoritas DPR, Hakeem Jeffries, mengatakan, "Demokrat sedang mengungguli Donald Trump dan ekstremis Republik di seluruh negeri." Ia menulis di situs X: "Partai Demokrat telah kembali."

Mamdani, seorang anggota parlemen negara bagian untuk wilayah Queens, New York, menarik perhatian para pemilih dengan berjanji akan mengatasi melonjaknya biaya hidup, menawarkan perjalanan bus kota gratis, penitipan anak, dan toko swalayan yang dikelola pemerintah kota.

Ia fokus pada biaya hidup yang dihadapi warga New York biasa, membangun dukungan melalui gaya pribadinya yang informal, kepiawaiannya dalam media sosial, dan kampanye lapangan yang masif.

"Perhentian berikutnya dan terakhir adalah Balai Kota," kata Mamdani dalam sebuah video yang diunggah di platform media sosial X setelah kemenangannya diumumkan.

Tokoh yang menyebut dirinya sosialis ini hampir tidak dikenal sebelum kemenangannya yang mengejutkan dalam mengamankan nominasi Demokrat atas mantan gubernur Andrew Cuomo, yang kembali dikalahkannya pada hari Selasa.

Suasana pesta meriah menyelimuti acara kumpul-kumpul para pendukungnya yang diadakan di sebuah gedung konser ternama di Brooklyn, dan pria berusia 34 tahun itu diperkirakan akan berpidato nanti malam.

Trump melakukan intervensi di saat-saat terakhir dalam persaingan, menyebut Mamdani, yang akan menjadi wali kota Muslim pertama New York, sebagai seorang "pembenci Yahudi."

Kandidat dari Partai Republik Curtis Sliwa, pendiri kelompok patroli kejahatan warga Guardian Angels, berada di posisi ketiga setelah berminggu-minggu Cuomo bersikeras agar ia mundur demi meningkatkan peluangnya.

Para pebisnis terkemuka, termasuk Bill Ackman, dengan riuh menyerang Mamdani dan menyalurkan uang kepada para pesaingnya. Sementara media konservatif, termasuk The New York Post, menerbitkan liputan negatif yang menyeluruh.

Partisipasi pemilih dalam pemungutan suara tahun ini tinggi dengan 1,45 juta orang memberikan suara hingga pukul 15.00 (20.00 GMT) -- lebih banyak dari jumlah total pemilih dalam pemilihan tahun 2021.

Perjuangan Berat

Kemenangan Mamdani yang mustahil ini menyoroti perdebatan Partai Demokrat mengenai masa depan yang berhaluan tengah atau kiri, dengan beberapa tokoh nasional terkemuka hanya memberikan dukungan yang lemah terhadap Mamdani menjelang pemungutan suara.

Profesor ilmu politik Universitas Syracuse, Grant Reeher, mengatakan menjelang hasil pemilu, Mamdani akan menghadapi perjuangan berat "di tengah semua kontroversi politik yang sengit ini."

"Semua orang berang, dan ini kota yang sangat sulit untuk diperintah," katanya kepada AFP.

Ada suasana muram di antara beberapa peserta di pesta pengumuman hasil pemilu Cuomo, beberapa peserta memperkirakan Trump akan segera mengerahkan Garda Nasional ke kota tersebut.

Yang lain menyalahkan Sliwa karena memecah suara dari kubu kanan-tengah.

Di New Jersey, kandidat Partai Demokrat Mikie Sherrill mengalahkan seorang pengusaha yang didukung Trump. Dan di Virginia, kandidat Demokrat Abigail Spanberger merebut kembali jabatan gubernur dari Partai Republik.

Kedua kubu sama-sama mengusung strategi jitu, dengan mantan presiden Barack Obama menggalang dukungan untuk Spanberger dan Sherrill.

"Kita masih punya banyak pekerjaan rumah, tetapi masa depan terlihat sedikit lebih cerah," ujar Obama menanggapi kemenangan tersebut.

  • Pemilu New York

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.