Empat Dekade Persahabatan DIY–Kyoto, Dua Pusat Budaya Perkuat Sinergi Menuju Masa Depan
Selasa, 04 Nov 2025, 15:45 WIBYOGYAKARTA - Hubungan kerja sama antara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Prefektur Kyoto, Jepang, kini telah memasuki empat dekade. Selama 40 tahun persahabatan itu, kedua wilayah yang dikenal sebagai pusat kebudayaan di negaranya masing-masing terus membangun hubungan yang erat dan saling menginspirasi dalam bidang budaya dan pembangunan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam jamuan makan malam bersama Ketua Dewan, Wakil Gubernur, serta delegasi Prefektur Kyoto di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Senin (3/11). Dalam sambutannya, Sri Sultan menyebut bahwa Yogyakarta dan Kyoto merupakan dua wilayah yang tumbuh dari akar budaya dan nilai-nilai sejarah yang kuat.
âJika Kyoto dikenal sebagai âJantung Peradaban Jepangâ, maka Jogja adalah âJiwa Peradaban Jawaâ. Dua entitas wilayah ini sama-sama menjadikan budaya sebagai panduan untuk menata masa depan. Empat puluh tahun perjalanan kerja sama adalah kisah tentang bagaimana dua kota berjiwa budaya memaknai persahabatan lintas generasi,â ujar Sri Sultan.
Ia menuturkan bahwa berkat keberhasilan berbagai program kolaborasi yang telah dijalankan, kerja sama DIY dan Kyoto mendapat penghargaan dari Pemerintah Jepang sebagai salah satu bentuk kemitraan antarwilayah yang paling produktif dan berkelanjutan. Sri Sultan pun mengajak kedua pihak untuk melanjutkan kerja sama tersebut dengan semangat baru yang berakar pada tradisi namun berorientasi pada masa depan.
âEmpat dekade telah menempa hubungan Kyoto dan Jogja, sebagai dua jiwa kebudayaan yang saling menuntun menuju kemajuan. Atas nama Pemerintah Daerah DIY dan seluruh masyarakatnya, saya menyampaikan terima kasih yang tulus atas persahabatan yang penuh makna ini. Semoga kunjungan ini mempererat kizuna (hubungan) yang telah kita rawat bersama, dan membuka jalan menuju 40 tahun berikutnya yang lebih gemilang,â ungkapnya.
Ketua Dewan Prefektur Kyoto, Ryuzo Aramaki, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas keberlanjutan kerja sama yang telah terjalin. Ia menilai Yogyakarta dan Kyoto memiliki banyak kesamaan, terutama sebagai daerah yang kaya akan budaya tradisional dan warisan sejarah.
âMalam ini kita bersama-sama mengenang kembali persahabatan antara Yogyakarta dan Kyoto. Menurut saya, kedua daerah ini memiliki banyak kesamaan, dan saya yakin ke depan kita dapat terus memperkuat hubungan kerja sama ini,â tutur Aramaki.
Ia menambahkan bahwa sebelum acara jamuan berlangsung, dirinya telah berdiskusi langsung dengan Sri Sultan mengenai peluang untuk memperluas kerja sama ke berbagai bidang lain seperti industri, pendidikan, dan ekonomi.
âKami ingin membawa semangat kerja sama yang semakin dikukuhkan malam ini ke Kyoto. Kami berharap Sri Sultan selalu diberi kesehatan karena beliau memiliki peran penting dalam mewujudkan kerja sama masa depan antara Yogyakarta dan Kyoto. Beliau juga memiliki jaringan komunikasi yang sangat luas dengan berbagai tokoh di Jepang,â jelasnya.
Aramaki juga menyampaikan penghargaan dan rasa hormat atas penganugerahan The Order of the Rising Sun, Gold and Silver Star yang diterima Sri Sultan dari Pemerintah Jepang. Ia menilai penghargaan tersebut sangat layak diberikan atas kontribusi besar Sri Sultan dalam mempererat hubungan kedua daerah.
âSelamat atas penghargaan yang telah diterima. Penghargaan ini sangat bergengsi dan pantas diberikan kepada Sri Sultan. Saya berharap Yogyakarta terus menjadi daerah yang sejahtera dan maju,â ujarnya.
Dalam kunjungan delegasi Kyoto tersebut turut hadir Wakil Gubernur Prefektur Kyoto, Hironori Furikawa. Dari pihak Pemerintah Daerah DIY, acara dihadiri Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X, Sekretaris Daerah Ni Made Dwipanti Indrayanti, para staf ahli gubernur, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.
- kebudayaan
- Yogyakarta
- Kyoto
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Polrestro Jakbar Gencar Patroli Rumah Kosong yang Ditinggal Pemudik
-
Imigrasi Bitung Amankan Dua Warga Negara Tiongkok Terkait Izin Tinggal
-
Sinyal Lembek BI Bikin Rupiah Tersandung, Momentum Menguap
-
Pariwisata Bali Lesu, Konstruksi Ikut Tertahan, Kok Bisa?
-
PT KAI Tetapkan Tarif LRT Jabodebek Rp1 saat Lebaran
-
Penahanan Yaqut Cholil Qoumas Dialihkan Diam-Diam, MAKI: Ini Baru Pertama Sejak 2003
-
Bupati Bogor Minta Inspektorat Siapkan Laporan Dugaan Jual Beli Jabatan ASN
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.