Pemkot Yogyakarta Siapkan Status Siaga Darurat Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi
Senin, 03 Nov 2025, 16:40 WIBYOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta meningkatkan langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang kian tinggi seiring datangnya musim penghujan. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah kota saat ini tengah menyiapkan Keputusan Wali Kota (Kepwal) tentang Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi yang kini dalam tahap pembahasan di Bagian Hukum Setda Kota Yogyakarta.
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Yogyakarta, Darmanto, menyebut penetapan status siaga darurat merupakan langkah strategis untuk mempercepat koordinasi dan penanganan bencana di lapangan.
âDengan penetapan status siaga darurat, penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih cepat, efektif, dan terkoordinasi, sehingga dampak terhadap masyarakat dan infrastruktur kota dapat diminimalkan,â ujarnya, Senin (3/11).
Sebelumnya, BPBD Kota Yogyakarta telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.4/1155 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Cuaca Ekstrem pada September 2025. Surat itu ditujukan kepada seluruh perangkat daerah dan relawan Kampung Tangguh Bencana (KTB) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, serta potensi tanah longsor.
âDalam SE tersebut kami minta masyarakat menjaga kebersihan saluran air, memangkas pohon rawan tumbang, dan memastikan atap rumah dalam kondisi kuat. Kami juga mendorong relawan KTB untuk menyiapkan jalur evakuasi dan titik kumpul di wilayahnya,â lanjutnya.
Berdasarkan pendataan BPBD selama Oktober, tercatat 20 rumah rusak atau roboh, 22 pohon tumbang, 11 lokasi dengan dahan patah, 4 kendaraan terdampak, serta 10 titik akses jalan terganggu. Selain itu, dua baliho roboh, lima jaringan listrik terputus, dan dua jaringan telepon sempat terganggu.
âDari kejadian tersebut, dua orang dilaporkan menjadi korban tertimpa papan nama,â kata Darmanto.
Ia menambahkan, hasil asesmen lapangan menjadi dasar koordinasi tindak lanjut dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), relawan KTB, dan instansi lain sesuai wilayah kejadian. âBantuan yang diberikan disesuaikan hasil kaji kebutuhan pascabencana (Jitupasna), baik berupa material bangunan maupun bantuan biaya tukang,â jelasnya.
Selain menerbitkan surat edaran, BPBD juga melakukan sejumlah langkah teknis menghadapi musim hujan, salah satunya mengirimkan surat imbauan kepada kemantren se-Kota Yogyakarta untuk menggelar apel siaga relawan di wilayah masing-masing.
âKami himbau agar kalau terjadi sesuatu di wilayah itu mereka langsung tanggap harus apa dan bagaimana sehingga meminimalkan dampaknya dan tidak korban,â ujarnya.
BPBD juga melakukan perawatan rutin terhadap unit Early Warning System (EWS) Banjir di tiga sungai besar dan menjadwalkan simulasi penggunaan EWS secara serentak di seluruh wilayah kota.
âEWS manual ada 17 titik dan EWS automatic ada 9 titik. Semuanya tidak ada yang rusak, hanya perlu perawatan rutin seperti pengecekan aki. Jadi semua siap digunakan,â katanya.
Darmanto juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan rutin memantau perkembangan informasi cuaca.
âHari Minggu kemarin (2/11) juga ada insiden pohon tumbang jenis alpukat di wilayah Suryowijayan, Mantrijeron akibat hujan deras disertai angin kencang dan batang pohon yang sudah keropos. Tidak ada korban jiwa tapi menimpa kabel PJU, kabel internet, dan tembok talud di sekitar lokasi,â ungkapnya.
Masyarakat diimbau memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan BPBD, serta segera melaporkan kejadian darurat ke Pusdalops BPBD Kota Yogyakarta melalui nomor 0811 2828 911 atau frekuensi radio 149.700 MHz, Duplek â 9.750 MHz, Tone 88.5 Hz.
- BPBD
- bencana hidrometeorologi
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Penyaluran Bantuan untuk Korban Bencana Hidrometeorologi
-
Asesmen Daerah yang Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Wilayah Ciamis
-
Cuaca Ekstrem di Cianjur Akibatkan 16 Rumah Rusak
-
Kejar Jalan Bebas Lubang, Perbaikan Pantura Dikebut Demi Kelancaran Arus Mudik
-
Dua Bencana Mengintai Indonesia Sekaligus, BNPB Rilis Warning Keras Kesiapsiagaan di Wilayah Ini
-
RPH Jual Ayam di Atas Harga Acuan, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Langsung Turun Tangan
-
Terkait Bencana Sumatra, Perhapi Berharap Keputusan Pemerintah didasari Kajian Ilmiah dan Proporsional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.