KemenPPPA Tekankan Pentingnya Peran Pesantren bagi Pembangunan Karakter Bangsa

Senin, 03 Nov 2025, 18:20 WIB

JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menekankan pentingnya peran pesantren dalam membangun karakter bangsa. Pasalnya, pondok pesantren telah menjadi bagian perjalanan Indonesia dalam melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia, dan cinta tanah air.

“Pesantren merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa, tempat lahirnya generasi berilmu, berakhlak mulia, dan cinta tanah air. Santri tidak hanya menjaga nilai moral dan spiritual, tetapi juga menjadi penggerak perubahan sosial bagi kemajuan umat dan bangsa,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangannya, Senin (3/11).

Ket. Foto: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauziah — Sumber: Humas Kementerian PPPA

Ia menambahkan, peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat komitmen generasi muda dalam menjaga moralitas dan keutuhan bangsa. Karena itu, Kementerian PPPA mendukung peran aktif pesantren dan santri dalam mewujudkan generasi yang berdaya, inklusif, dan berkarakter unggul.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Forum Pondok Pesantren Kecamatan Cililin atas terselenggaranya peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang penuh semangat kebersamaan. Kami mendukung peran aktif pesantren dan santri dalam mewujudkan generasi yang berdaya, inklusif, dan berkarakter unggul bagi masa depan Indonesia,” ucap Arifah.

Lebih lanjut, Arifah menegaskan pondok pesantren merupakan jangkar bangsa yang memiliki peran besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Menurut Arifah, peringatan Hari Santri penting sebagai bentuk penghargaan atas jasa para kiai, ulama, dan santri yang telah berjuang menegakkan kemerdekaan.

“Bunda ingin berpesan kepada anak-anakku para santri, nikmatilah setiap proses belajar di pesantren. Pasalnya, nilai-nilai disiplin dan keikhlasan yang kalian jalani hari ini akan menjadi bekal berharga di masa depan,” ujar Arifah.

Sementara, Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail mengapresiasi terselenggaranya rangkaian kegiatan Hari Santri di Kabupaten Bandung Barat. Asep menekankan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan pondok pesantren sebagai bagian penting dari pembangunan SDM yang berkarakter.

“Berdasarkan data, Kabupaten Bandung Barat menjadi kabupaten dengan jumlah pondok pesantren terbanyak kedua di Jawa Barat setelah Kabupaten Tasikmalaya. Di mana sekitar 823 lembaga salafiyah dan lebih dari 3.000 santri serta sekitar 1.500 lembaga bila digabung dengan pesantren modern,” ucap Asep. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.