BEI dan Emiten Kompak, Layangkan Keberatan ke MSCI soal Aturan Free Float Baru
Senin, 03 Nov 2025, 20:45 WIBJAKARTA â PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) berencana mengirimkan surat keberatan kepada Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait rencana penyesuaian metodologi perhitungan free float yang dinilai dapat berdampak negatif terhadap pasar saham domestik.
Langkah ini mencerminkan kekhawatiran otoritas pasar modal Indonesia terhadap potensi berkurangnya bobot saham emiten lokal dalam indeks global, yang bisa memicu aliran keluar dana asing (capital outflow).
BEI dan SRO menilai perlu adanya dialog lebih lanjut dengan MSCI agar penyesuaian metodologi tersebut tetap mempertimbangkan karakteristik pasar Indonesia dan tidak mengganggu stabilitas likuiditas maupun persepsi investor internasional.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan beberapa perusahaan tercatat (emiten) juga telah mengirimkan surat keberatan kepada MSCI terkait perihal tersebut.
âKita mau kirim surat ke MSCI, dan saya denger juga beberapa perusahaan tercatat yang sudah masuk di MSCI sudah mengirimkan surat keberatan terhadap release MSCI yang terakhir, penyesuaian free float,â ujar Irvan dalam wawancara cegat di Gedung BEI, Jakarta, Senin (3/11).
Dalam surat tersebut, Irvan mengatakan BEI salah satunya akan mempertanyakan terkait rencana penyesuaian metodologi free float yang hanya ditujukan untuk pasar saham Indonesia.
Selain itu, menurut dia, pihaknya akan menjelaskan metodologi BEI dalam menghitung free float, serta kondisi free float perusahaan-perusahaan tercatat di BEI.
âNanti kita akan jelasin, pertama, kita mempertanyakan kenapa itu hanya untuk Indonesia. Kedua, kita akan menjelaskan free float yang dimaksud dan data-data yang kita punya. Ini ada free float yang dirilis KSEI dan bagaimana di report-nya dia, dan ada pengumuman free float dari masing-masing emiten juga ada,â ujar Irvan.
BEI rencananya mengirim surat ke penyedia indeks MSCI pada pekan ini ataupun pekan depan, dan setelahnya akan ditindaklanjuti dengan pertemuan langsung dengan MSCI.
âKirim surat dulu ya, (pertemuan) mungkin minggu ini atau awal minggu depan. Kita usahain seminggu ini kita kirim surat ke MSCI. Pertemuannya nanti kita arrange sama mereka dulu, pokoknya yang penting suratnya kita kirim dulu deh,â ujar Irvan.
Sebagai informasi, MSCI mengeluarkan release terkait rencana melakukan penyesuaian metodologi perhitungan free float khusus untuk konstituen saham Indonesia, dengan masukan dibuka hingga 31 Desember 2025 dan hasil diumumkan paling lambat 30 Januari 2026.
Apabila disetujui, perubahan ini akan diterapkan pada review Mei 2026.
MSCI berencana menerapkan pembulatan baru mulai Mei 2026, dengan aturan berbeda tergantung besarnya free float, di antaranya 25 persen dibulatkan ke 2,5 persen terdekat, 5-25 persen dibulatkan ke 0,5 persen terdekat, serta di bawah 5 persen dibulatkan ke 0,5 persen terdekat.
- BEI
- Self-Regulatory Organization (SRO)
- Morgan Stanley Capital International (MSCI)
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Lomba Jong Race Bintan Nggak Cuma Diikuti Wisatawan Lokal, Turis Mancanegara Juga Ikut Nimbrung
-
Basarnas: Nelayan Lansia Asal Kalsel Selamat Setelah Hilang Enam Hari
-
Peluncuran Octobiz CIMB Niaga Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis
-
Warga Jabodetabek Padati KRL untuk Silaturahmi Rayakan Lebaran
-
Lari dari Bali ke Jakarta, Sungai Watch Serbu Banyuwangi, Angkut 1.000 Ton Sampah Plastik
-
Indodana dan Sharp Tawarkan Solusi Belanja Elektronik Tanpa DP dan Bunga
-
Bukittinggi Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.