Rupiah Masih Akan Tertekan, 31 Oktober 2025

Jumat, 31 Okt 2025, 09:10 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah berpotensi kembali terte­kan menjelang akhir pekan ini seiring masih kuatnya dollar AS akibat sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) yang menahan ekspek­tasi pemangkasan suku bunga global. Tekanan terhadap ru­piah juga diperburuk oleh prospek penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) serta kebijakan fiskal longgar pemerin­tah yang dinilai dapat memperlebar likuiditas.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat rupiah masih berpotensi melemah, namun BI di­perkirakan akan terus aktif mengintervensi. Lukman mem­proyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perda­gangan di pasar uang antarbank, Jumat (31/10), bergerak di kisaran 16.600 – 16.700 rupiah per dollar AS.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Kamis (30/10) sore, melemah se­besar 19 poin atau 0,11 persen dari sehari sebelumnya men­jadi 16.636 rupiah per dollar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva me­nyampaikan, pelemahan rupiah seiring dengan respons pelaku pasar terhadap sinyal kebijakan The Fed yang akan lebih berhati-hati ke depan.

“Tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh respons pasar terhadap keputusan The Fed yang menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4,00 persen, namun disertai sinyal kebijakan yang lebih ber­hati-hati ke depan,” ujar Taufan saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Kamis (30/10).

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.