Tak Ingin Terlambat Penanganan, Khofifah Luncurkan Layanan Pengobatan Pasien Kronis di Rumah - 'Omah' dari RSUD Dr Soetomo
Rabu, 29 Okt 2025, 15:28 WIBSURABAYA â Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan paket inovasi âSoetomo Impact Driven Innovationâ sekaligus penguatan visi layanan berkelas dunia untuk memperingati Peringatan HUT ke-87 RSUDÂ Dr. Soetomo di Surabaya, Rabu (29/10).
Dia menegaskan transformasi berkelanjutan rumah sakit milik Pemprov Jatim itu menuju World Class Hospital (WCH), disertai peluncuran layanan penjangkauan âOmahâ (Outreach Medical at Home).
"Layanan âOmahâ ini kelanjutan proses inovasi yang sejak lama didiskusikan bersama para klinisi senior RS. Program ini menekankan penjangkauan medis ke rumah, agar kelompok rentan dan kasus-kasus kronis lebih cepat tertangani," ungksp Khofifah.Â
Khofifah mengapresiasi jajaran direksi, para guru besar, dan jejaring kemitraan RSUD Dr. Soetomo di dalam maupun luar negeri. Ia meminta inovasi yang berhasil direplikasi ke rumah sakit lain di bawah Pemprov bersama Dinas Kesehatan Jatim. Menurutnya, standar layanan harus terus dibenahi melalui kreativitas dan kolaborasi antarfaskes.
âApa yang mungkin kita bisa replikasi jadikan itu referensi bersama bahwa memang kita harus terus berbenah, berubah, membangun inovasi dan kreativitas-kreativitas yang lebih memberikan penguatan kemanfaatan layanan medis kita,â paparnya.
âJadi, apa yang menjadi kebanggaan Indonesia bukan hanya kebanggaan Jawa Timur saja, mari terus kita kuatkan, kita kembangkan apa yang menjadi harapan kita : bisa mewujudkan menjadi Jatim WCH, bahkan saya rasa saat ini sudah WHC,â ujar Khofifah dalam sambutannya.
Gubernur Jatim juga menyoroti agenda âgreen hospitalâ yang sudah berjalan di lingkungan RSUD Dr. Soetomo: praktik reduceâreuseârecycle (3R), inisiatif pengurangan limbah termasuk pemanfaatan maggot, serta rencana kemitraan dengan unit layanan terkait.
âPlanet, people, profit harus berjalan bersama,â katanya, merujuk kerangka triple-P dan target nasional net zero emission.
Pada level tata kelola, Khofifah menandaskan filosofi kerja âJatim BISAâ: berdaya, inklusif (no one left behind), sinergis, dan adaptif. Ia mendorong konektivitas layanan kesehatan Jatim sebagai âgerbang baru Nusantaraâ yang menjembatani Indonesia Barat dan Timur, termasuk integrasi rujukan bagi wilayah timur.
Khofifah mengingatkan pentingnya kesiapan SDM menghadapi lompatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan.
âKita merasa sudah berlari, orang lain melompat. Kita melompat orang lain sudah menggunakan AI. Kita pun menggunakan AI. Maka yang kita bangun penguatan adalah integritas. Yang kita bangun adalah penguatan karakter. Yang kita bangun berikutnya adalah akhlakul karimah: pintar dan benar. Ini saya rasa menjadi bagian pondasi kita semua di dalam bekerja,â ucapnya.
Direktur RSUD Dr. Soetomo Cita Rosita Sigit Prakoeswa, menegaskan tema peringatan tahun ini âsustainability caring of lifeâ dengan tiga pilar utama.
âMerawat planet, people (SDM dan pasien), dan profit untuk menopang keberlanjutan,â katanya.
Di hadapan tenaga medis, paramedis, dan manajemen, Khofifah menutup sambutan dengan harapan agar RSUD Dr. Soetomo kian tangguh dan melaju.
âSelamat HUT ke-87; teruslah tumbuh, tangguh, dan terus melaju, salam sukses semua,â pungkasnya.Â
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Barasuara Tampil di Nipah Park Makassar, Pengunjung Melonjak 21 Persen Tembus 11 Ribu
-
Ratusan Eks Karyawan Situbondo Belum Terima Hak, Perusahaan Janji Bayar Dicicil
-
Tim SAR Lanjutkan Pencarian Wisatawan Hilang di Papuma Jember
-
Danlanud Sultan Hasanuddin Ikuti FGD Reformulasi Gerilya Udara Hadapi Perang Berlarut
-
Proyek Sekolah Rakyat Jateng 2 Capai 30,3 Persen, Kementerian Sosial Targetkan Selesai Juni 2026
-
Dibangun dari Tuban Sampai Gresik, Khofifah dan Wamen KP Bahas Percepatan Pembangunan Giant Sea Wall
-
Iran Ogah Berunding Dibawah Blokade
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.