Kemendikdasmen Akan Cetak Lulusan SMK yang Berdaya Saing dengan 4 Strategi

Rabu, 29 Okt 2025, 16:50 WIB

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mencetak dan mempersiapkan lulusan jenjang pendidikan SMK menjadi tenaga kerja profesional berdaya saing melalui 4 empat strategi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di Jakarta pada Rabu (29/10), mengatakan penguatan pendidikan vokasi, termasuk SMK menjadi salah satu jawaban yang dipersiapkan pihaknya dalam memenuhi bidang ketenagakerjaan di Indonesia.

Ket. Foto: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti — Sumber: antara foto

Salah satunya ialah melalui program SMK 4 tahun yang mempersiapkan murid-murid SMK secara lebih intensif sehingga lebih siap untuk memasuki dunia kerja.

Ia mengatakan saat ini sudah ada beberapa SMK yang sejak awal menerapkan masa studi 4 tahun, yakni salah satunya SMK Pembangunan di Kota Semarang.

“Di Semarang itu ada dulu namanya SMK Pembangunan, itu 4 tahun sejak awal. Satu tahun terakhir dipersiapkan mereka masuk dunia kerja, seperti D1 tetapi tetap saja SMA,” kata Mu'ti.

Strategi kedua ialah melalui program SMK berbasis keunggulan lokal. Pihaknya berupaya menghadirkan SMK yang kurikulumnya berbasis keunggulan lokal di wilayah sekolah tersebut berada.

Ia mencontohkan jika SMK hadir di daerah penghasil kopi atau teh, maka pihaknya mendorong sekolah untuk mengedepankan keahlian dalam mengolah kopi atau teh.

"Itu kita dorong supaya program keahlian yang dikembangkan adalah yang memang berpotensi, yang ada potensi lokal," imbuhnya.

Selain kedua strategi tersebut, pihaknya juga sudah menyiapkan program kemitraan dengan dunia usaha dunia kerja (DUDI) untuk memberikan pelatihan atau mata pelajaran tambahan kepada murid SMK sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan mitra.

Program ini, kata Mu'ti, memungkinkan murid SMK menjalani penyesuaian materi, durasi, dan metode tertentu agar lulusannya lebih siap kerja karena proses praktik dibuat berdasarkan permintaan pasar tenaga kerja.

Salah satu contoh kerja sama tersebut adalah perusahaan penangkapan ikan yang melakukan kerja sama dengan SMK guna memenuhi kekurangan tenaga ahli untuk mesin pendingin di kapal.

“Mereka (murid SMK) praktiknya tidak kami siapkan di lab, tapi langsung di kapal, di perusahaan itu, dengan catatan begitu lulus, dia harus kerja di situ,” kata Mu'ti.

Terakhir, ia mengatakan Kemendikdasmen juga telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Kementerian P2MI) guna menyiapkan tenaga kerja di luar negeri.

Saat ini, pihaknya juga sudah mengantongi sejumlah daftar SMK yang memiliki kerja sama dengan perusahaan luar negeri.

"Jumlahnya ratusan, terutama di negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, yang memang perlu tenaga untuk bekerja di berbagai sektor," katanya.

Mu'ti menegaskan berbagai strategi ini bukan sekedar terobosan, namun sudah berjalan selama satu tahun.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.