Sumpah Pemuda Ingatkan Kembali untuk Mencintai Bahasa Indonesia yang Telah dan Akan Terus Mempersatukan

Selasa, 28 Okt 2025, 10:06 WIB

JAKARTA – Bisa dibayangkan andai tidak ada Bahasa Indonesia. Negara ini tidak akan bisa disatukan karena semua menggunakan bahasa daerah masing-masing. Maka, Sumpah Pemuda menjadi penting untuk terus mencintai Bahasa Indonesia yang menyatukan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan peringatan Sumpah Pemuda yang jatuh hari ini menjadi momen bagi masyarakat untuk bangga dengan bahasa Indonesia dan bersama-sama memajukannya.

Ket. Foto: sumpah pemuda — Sumber: ist

"Mari kita bersama-sama, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan dan memperkuat semangat ke-Indonesiaan karena dengan semangat itu kita bisa bersama-sama menjadi Indonesia sebagaimana ditetapkan oleh para pendiri bangsa," katanya di Jakarta, Senin (27/10) malam.

Mu'ti juga menegaskan, melalui Sumpah Pemuda masyarakat perlu lebih memperkuat persatuan dengan menjunjung tinggi bahasa Indonesia yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu agar lebih dikenal oleh dunia.

"Tentu sesuai dengan pesan Sumpah Pemuda, kita perlu memperkuat persatuan sebagai satu tanah air, Tanah Air Indonesia, kemudian satu bangsa, Bangsa Indonesia, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia," paparnya.

Mendikdasmen juga menyebutkan, pihaknya memiliki kebijakan terkait dengan bahasa Indonesia, yakni bangga, mahir, dan maju dengan bahasa Indonesia.

"Juga kebijakan Trigatra Bahasa, yakni kita utamakan bahasa Indonesia, kita lestarikan bahasa daerah, dan kita kuasai bahasa asing, dan tentu saja dengan Sumpah Pemuda ini, menjadi momen untuk memperkuat hal tersebut," ujar dia.

Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda, momen bersejarah yang menandai tekad generasi muda untuk bersatu dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia.

Pada tahun 2025, peringatan ini memasuki usia ke-97 dengan mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.” Tema tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kebersamaan yang lahir hampir satu abad lalu masih relevan untuk generasi muda masa kini bahwa perubahan dan kemajuan bangsa selalu dimulai dari langkah nyata para pemuda.

Semangat Kolaborasi

Sementara itu, Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno berharap momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda menumbuhkan semangat kolaborasi, kerja keras, dan persatuan di kalangan generasi muda demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing dan berkarakter.

Harapan itu dia sampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Halaman Balai Kota DKI Jakarta, yang dihadiri segenap jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta, Selasa.

Rano menekankan masa depan Jakarta dan Indonesia berada di tangan generasi muda yang berani bermimpi, tidak mudah menyerah, serta terus mencintai tanah air dengan cara-cara sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya percaya masa depan Jakarta dan Indonesia ada di tangan kita yang tak takut bermimpi, tak lelah mencoba, dan tak berhenti mencintai negeri ini,” kata Rano.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, sambung dia, berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak pada pengembangan generasi muda.

Salah satunya melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang bertujuan agar seluruh anak dan pemuda Jakarta memiliki akses pendidikan yang layak dan setara. 

Selain bidang pendidikan, Pemprov DKI Jakarta juga mendukung penuh pengembangan prestasi pemuda di bidang olahraga. Dalam waktu dekat, Jakarta akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII dan Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar Nasional (PEPAPERNAS) XI 2025 yang digelar pada awal November.

“Saya berharap para atlet muda kita dapat meraih hasil terbaik. Kita ingin Jakarta tidak hanya sukses sebagai tuan rumah penyelenggara, tetapi juga sukses secara prestasi,” ujar Rano.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengimbau seluruh masyarakat, terutama generasi muda Jakarta, agar kembali meneladani semangat persatuan yang telah dicontohkan oleh para pemuda pada 1928.

Dia menegaskan nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda tetap relevan dan menjadi landasan penting dalam membangun masa depan bangsa.

“Kita perlu belajar lagi dari kaum muda di tahun 1928 bahwa persatuan bukanlah hadiah, melainkan keputusan. Persatuan bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan sesuatu yang diperjuangkan, dirawat, dan dengan sadar kita pilih setiap hari,” ungkap Rano. 

  • Hari Sumpah Pemuda 2025

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.