Siklon Montha Makin Kuat, India Evakuasi Puluhan Ribu Warga   

Senin, 27 Okt 2025, 14:05 WIB

HYDERABAD - India mengungsikan 50.000 orang ke kamp-kamp bantuan pada Senin (27/10) sehari sebelum Siklon Montha yang semakin menguat di Teluk Benggala. Diperkirakan akan membawa angin kencang dan hujan lebat ke pantai timur.

Pihak berwenang membatalkan liburan bagi staf darurat dan memerintahkan sekolah dan perguruan tinggi ditutup di wilayah pesisir negara bagian selatan Andhra Pradesh dan negara bagian timur Odisha yang diperkirakan akan dilanda cuaca buruk.

Ket. Foto: Warga mengarungi jalan yang terendam banjir menuju tempat yang lebih aman setelah hujan lebat di Vijayawada, Andhra Pradesh, India, 3 September 2024. — Sumber: AP

Siklon tersebut kemungkinan akan berubah menjadi badai dahsyat pada hari Selasa, sebelum melintasi pantai Andhra Pradesh pada sore harinya, kata Departemen Meteorologi India (IMD).

"Evakuasi warga dari dekat pantai di distrik Kakinada telah dimulai," kata seorang pejabat manajemen bencana di Andhra Pradesh kepada Reuters.

Hampir 50.000 orang telah dipindahkan ke kamp-kamp bantuan, menurut laporan pemerintah.

Tim penanggulangan bencana telah dikerahkan untuk memindahkan keluarga dari daerah dataran rendah di Andhra Pradesh, tempat pemerintah memperkirakan 3,9 juta orang akan terkena dampak.

Nelayan di negara bagian tetangga Odisha diperingatkan untuk menghindari melaut.

Siklon sering melanda pantai timur India antara bulan April dan Desember. Siklon super yang menewaskan hampir 10.000 orang ketika menghantam Odisha pada bulan Oktober 1999 masih menjadi salah satu bencana alam paling mematikan di negara ini.

Pihak berwenang di negara bagian selatan Tamil Nadu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menyusul prakiraan hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa distrik.

Chennai, ibu kota negara bagian, rawan banjir saat hujan deras, seperti yang dibawa oleh Siklon Michaung pada tahun 2023.

Di negara Himalaya, Nepal, otoritas penanggulangan bencana telah memperingatkan kemungkinan hujan dan salju mulai Selasa hingga Jumat dan menyarankan para pendaki untuk tetap waspada.

Bulan ini, banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh hujan lebat di Nepal menewaskan 53 orang.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.