Jatim Raih Penghargaan Terbaik I Nasional Penyuluhan Kehutanan dari Kemenhut
Senin, 27 Okt 2025, 10:54 WIBSURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan Terbaik I Nasional Penyelenggaraan Penyuluhan Kehutanan Tahun 2025 dari Kementerian Kehutanan pada Musyawarah Nasional Penyuluh Kehutanan di Jakarta, Selasa (21/10).
âKeberhasilan Jawa Timur meraih penghargaan Penyelenggara Penyuluhan Kehutanan Terbaik I bukti keberhasilan program penyuluhan kehutanan di Provinsi Jawa Timur sekaligus menegaskan komitmen Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan penyuluhan kehutanan yang berkualitas,â ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Jumat.
Ia menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh kehutanan, serta kelompok tani hutan (KTH) yang menjadi faktor utama keberhasilan tersebut. Berdasarkan data Sistem Informasi Penyuluhan Kehutanan (SIMLUH) Kementerian Kehutanan, nilai transaksi ekonomi (NTE) KTH nasional mencapai Rp3,01 triliun, sedangkan Jawa Timur menyumbang Rp1,26 triliun atau 42 persen.
âCapaian real NTE mencapai 75 persen dari target NTE Provinsi Jawa Timur sebesar 1.592.327.349.520 sehingga menempatkan Provinsi Jawa Timur pada urutan pertama di antara provinsi lainnya,â katanya.
Saat ini, Pemprov Jawa Timur memiliki 256 tenaga penyuluh kehutanan terdiri atas 212 aparatur sipil negara (ASN) dan calon pegawai negeri sipil (CPNS), serta 44 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Selain itu, Dinas Kehutanan Jatim membina 564 Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM).
Khofifah berharap, Musyawarah Nasional Penyuluh Kehutanan Tahun 2025 bertema âTransformasi Penyuluhan Kehutanan dalam Penguatan Ekonomi Masyarakat untuk Mendukung Pembangunan Kehutananâ dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia penyuluh kehutanan agar hutan tetap lestari dan masyarakat sejahtera.
âDengan tidak mengesampingkan upaya dan kontribusi provinsi lainnya, penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan inspirasi sehingga penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dapat lebih berdampak pada kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat,â ujarnya.
Selain Jawa Timur, sembilan provinsi lain juga menerima penghargaan, yaitu Lampung (Terbaik II), Jawa Barat (Terbaik III), Jawa Tengah (Terbaik IV), Kalimantan Selatan (Terbaik V), Daerah Istimewa Yogyakarta (Terbaik VI), Sulawesi Selatan (Terbaik VII), Kalimantan Tengah (Terbaik VIII), Banten (Terbaik IX), dan Kalimantan Timur (Terbaik X).
âPenghargaan ini bukan hanya prestasi Jawa Timur, tetapi juga semangat kolektif seluruh penyuluh kehutanan yang bekerja dengan dedikasi tinggi. Semoga ini menjadi inspirasi bagi provinsi lain untuk terus berinovasi menjaga kelestarian alam Indonesia,â kata Khofifah.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Seni Publik Jakarta-Milan: Proyek Instalasi Seniman Italia Bakal Hadir di Jakarta Juli 2026
-
Musim Pancaroba Rentan Bikin Sakit, Dokter Minta Masyarakat Jaga Imunitas
-
Liverpool Resmi Pecat Arne Slot Usai Gagal Pertahankan Gelar Liga Inggris
-
Bapanas Kawal Kesepakatan Serap Telur Peternak Jatim, SPPG Gunakan Menu Telur Minimal 3 Kali Sepekan
-
Langkah Maju Asean Modernisasi Perdagangan Antarnegara
-
Dua Wakil dari Bantul Lolos Seleksi untuk Presiden
-
Ringankan Beban Peternak Layer, Bapanas Pastikan Stok SPHP Jagung di Jatim Aman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.