Bermula Menyiapkan Bekal Suami, Kini Lunch for My Husband Punya 58 Kreasi Menu
Senin, 27 Okt 2025, 20:45 WIBSemua bermula dari dapur rumahan seorang fashion designer muda, Yori Atira, di Tangerang Selatan. Hampir setiap hari, ia menyiapkan bekal sandwich dengan variasi yang berbeda untuk suaminya Mawarid Rolansyah.
Saat pandemi melanda, pasangan suami istri tersebut memberanikan diri untuk membuka bisnis kuliner sandwich Lunch for My Husband (LFMH) dengan sistem pre-order melalui media sosial. Sempat merasa ragu akan berhasil, Hiroshi, sandwich dengan isi chicken katsu dan saus tonkatsu menjadi menu pertama mereka dan berhasil habis terjual 20 buahhanya dalam waktu 5 menit.
âSeiring waktu, jumlah pesanan tersebut bertumbuh mencapai lebih dari 100 buah sandwich untuk setiap menu di setiap periode pemesanan yang berbeda,â ungkap Yori.
Dalam menjangkau pelanggannya, Lunch for My Husband memiliki cara khas tersendiri dalam mengkurasi setiap menu sandwich-nya dengan bahan-bahan unik dan berkualitas. Dalam satu periode pemesanan, Lunch for My Husband hanya menghadirkan satu menu saja dan akan berganti varian setiap bulannya.
Bukan tanpa alasan, keunikan ini membuat setiap varian sandwich Lunch For My Husband lebih personal seolah disiapkan dengan spesial layaknya bekal makanan yang dimasak dengan penuh cinta oleh seorang istri untuk diberikan kepada suaminya.
Menu Sandwich Lunch for My Husband dibuat secara homemade dan banyak terinspirasi kuliner mancanegara saat Yori dan suaminya berlibur, seperti menu Haruki yang terinspirasi dari perjalanannya ke Jepang hingga Evard yang terinspirasi saat berlibur ke Copenhagen. Hingga kini, sudah memiliki 58 kreasi menu yang disajikan oleh Lunch for My Husband.
Sebagai social seller, Yori dan Mawarid tidak hanya menjual makanan ia membangun relasi dengan para pelanggan dengan mengandalkan kreasi konten di Instagramnya. Dengan begitu, pelanggan pun dapat mengenal karya-karya grafis yang diciptakannya, cerita-cerita personal tim yang terlibat hingga kisah di balik setiap menu dan bahan yang digunakan. Sehingga, setiap menu Lunch for My Husband terasa lebih personaldan pelanggan pun antusias menunggu kejutan menu selanjutnya.
Telah berjalan lima tahun sejak berdiri, Yori dan Mawarid tetap menjalani rutinitas kantor di sela kesibukan mengelola bisnis. Meskipun begitu, keduanya masih terlibat langsung dalam setiap proses penciptaan menu, mulai dari mencari resep, menyiapkan bahan, memasak, hingga memastikan layering setiap bahan tetap terjaga saat dikirim.
Walaupun hanya membuka dengan sistem pre-order, pelanggan Lunch for My Husband berasal dari wilayah yang beragam di sekitar Jabodetabek. Menurut Yori, mayoritas pelanggan setianya memilih layanan GoSend untuk mengantarkan pesanannya.
âLayanan GoSend Instant dengan fitur jaminan 1 jam sampai jadi pilihan utama para pelanggan, karena kualitas makanan masih tetap terjaga saat sampai ke tangan mereka,â ucapnya.
- Pengusaha Makanan
- gosend
- usaha kuliner
- Lunch for My Husband
- Yori Atira
- kreasi menu
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Jelang Libur Nataru, Bandara Ahmad Yani Semarang Buka Rute Penerbangan Langsung ke Singapura
-
Untuk Bantu Tanggap Darurat Polri Kirim Personel ke Sumut, Aceh, dan Sumbar. Kok Baru Sekarang
-
Ramadhan Tanpa Drama, Kelola Operasional Usaha Dengan Moka
-
Pemugaran Panggung Sangga Buwana sebagai Upaya Pelestarian Budaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.