• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Inovasi dan Kepedulian Sos...

Inovasi dan Kepedulian Sosial Antar PGE Raih Dua Penghargaan Subroto Awards 2025

Minggu, 26 Okt 2025, 18:02 WIB

JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang Malam Penganugerahan Subroto Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), perusahaan ini berhasil meraih dua penghargaan.

Penghargaan pertama diberikan atas inovasi di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Yang kedua merupakan penghargaan atas Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di sektor panas bumi.

Ket. Foto: Acara pemberian penghargaan pada ajang Malam Penganugerahan Subroto Awards 2025. Pada ajang ini PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menorehkan prestasi di tingkat nasional atas inovasi di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di sektor panas bumi. — Sumber: PGE

Dalam ajang bergengsi tersebut, PGE Area Lumut Balai meraih Juara 1 kategori Inovasi Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Panas Bumi melalui inovasi bertajuk “Pionir Penerapan PSAIMS (Process Safety & Asset Integrity Management System) untuk Transformasi Keselamatan Proses di PLTP.”

Sementara PGE Area Lahendong meraih Juara 1 kategori Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Panas Bumi melalui berbagai program unggulan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan dan ketahanan sosial masyarakat sekitar wilayah operasi.

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Julfi Hadi mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas komitmen dan kerja keras seluruh perwira PGE di berbagai area operasi. Pihaknya percaya, inovasi dalam keselamatan kerja, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat adalah bagian penting dari budaya perusahaan.

“Semua itu menjadi fondasi bagi PGE untuk terus tumbuh sebagai perusahaan energi hijau kelas dunia yang mampu menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ucapnya melalui keterangan tertulis pada hari Minggu (26/10).

Julfi juga menegaskan, penerapan K3 yang optimal menjadi fondasi operasi yang aman dan berkualitas, sekaligus mendorong kesinambungan bisnis dan dampak positif yang berkelanjutan. Bagi PGE, keberhasilan tidak hanya diukur dari seberapa besar energi yang dihasilkan, tetapi dari bagaimana kami memastikan setiap proses berjalan dengan aman dan bertanggung jawab.

“Tahun 2024 menjadi tonggak penting dengan capaian zero fatality dengan lebih dari 5,5 juta jam kerja tanpa insiden. Kami percaya, setiap pekerja berhak pulang ke rumah dengan selamat. Semangat inilah yang terus kami jaga melalui penerapan budaya K3 secara konsisten di seluruh wilayah operasi,” lanjutnya.

Inovasi PSAIMS yang dikembangkan oleh tim PGE Area Lumut Balai menjadi sistem pertama di industri panas bumi Indonesia yang mengintegrasikan analisis HAZOP, identifikasi Major Accident Hazard (MAH), serta pengelolaan Safety and Environmental Critical Element (SECE) guna memastikan keselamatan proses secara menyeluruh.

Dengan menetapkan performance standard berbasis prinsip FARSI (Functionality, Availability, Reliability, Survivability, Interdependency), sistem ini terbukti mampu meningkatkan keandalan peralatan kritis dan menekan risiko kecelakaan besar. PSAIMS juga berhasil menurunkan Loss Production Opportunity (LPO) akibat kegagalan process safety dari 66% menjadi 9,95%, dengan potensi efisiensi mencapai Rp60 miliar.

Sementara itu, PGE Area Lahendong unggul dengan berbagai program sosial inovatif yang menyasar peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi. Program-program tersebut meliputi Bank Sampah Setor Jo, Konservasi Satwa Yaki, Inovasi Booster Pertanian “Katrili” dari Endapan Silika, serta Program Andikpas (pemberdayaan anak Lapas).

“Seluruh inisiatif ini mengedepankan pendekatan berbasis kerentanan penerima manfaat, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan diri, kemandirian, serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Julfi melanjutkan, capaian dalam kategori K3 dan PPM ini sekaligus mencerminkan konsistensi PGE dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di seluruh wilayah operasinya. Dengan total kapasitas terpasang sebesar 1.932 megawatt (MW) dan kontribusi terhadap sekitar 70% kapasitas panas bumi nasional, PGE terus memainkan peran strategis dalam mendukung transisi energi nasional dan pencapaian target Net Zero Emission Indonesia 2060.

Sebagai informasi, Subroto Awards merupakan penghargaan tertinggi di sektor energi dan sumber daya mineral yang diberikan oleh Kementerian ESDM kepada pelaku usaha, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan yang dinilai berkontribusi nyata terhadap kemajuan sektor energi nasional.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.