Budaya Toraja Perkuat Identitas Jakarta Sebagai Kota Inklusif

Minggu, 26 Okt 2025, 13:30 WIB

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri acara “Sitammu Mali” yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Jabodetabek di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, pada Sabtu (25/10). Dalam sambutannya, Pramono menegaskan bahwa budaya Toraja merupakan kekayaan bangsa yang memperkuat karakter Jakarta sebagai kota yang inklusif dan berkeadaban.

Ia menilai, semangat gotong royong dan nilai kekeluargaan yang dijunjung masyarakat Toraja menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis di Ibu Kota. “Saya berterima kasih kepada seluruh anggota IKAT Jabodetabek yang telah berkontribusi nyata dalam pembangunan Jakarta,” ujarnya.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

“Semangat gotong royong, nilai kekeluargaan, dan warisan budaya Toraja yang luhur merupakan kekuatan besar yang memperkaya wajah Jakarta sebagai kota yang terbuka, inklusif, dan beradab,” lanjutnya.

Gubernur Pramono juga menyoroti nilai-nilai luhur masyarakat Toraja seperti siama, si pakabaru, dan si randean yang berarti saling menghargai, menolong, dan menghormati. Menurutnya, nilai tersebut adalah teladan penting dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Jakarta yang dinamis.

“Toraja adalah daerah yang kaya akan budaya dan memiliki potensi lokal luar biasa. Dengan potensi tersebut, Toraja telah menjalin kerja sama dengan berbagai daerah, termasuk Jakarta, dalam bidang pembangunan, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan “Sitammu Mali” mengusung tema Mempererat Persaudaraan dan Melestarikan Budaya Toraja di Tanah Perantauan. Acara ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah bagi komunitas Toraja di Jakarta untuk terus berkontribusi bagi kemajuan kota dan daerah asalnya.

Selain diisi dengan pertunjukan budaya dan kuliner khas Toraja, acara ini juga menjadi momentum memperkuat rasa kebersamaan di tengah keberagaman. “Saya sudah tiga kali berkunjung ke Tanah Toraja. Setiap kali ke sana, saya selalu merasakan suasana kekeluargaan dan kedamaian yang luar biasa,” kenang Pramono.

“Keistimewaan masyarakat Toraja adalah di mana pun mereka berada, mereka tetap menjunjung tinggi nilai keluarga dan budaya, termasuk saat kembali ke kampung halaman,” tambahnya.

Lebih jauh, Pramono menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta membuka ruang kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja untuk memperluas kerja sama lintas sektor. Beberapa bidang yang disoroti antara lain kebudayaan, ekonomi, dan pelayanan publik, termasuk pelatihan sistem digital JAKI.

“Saya yakin dengan semangat kolaborasi, kita dapat menjaga kemajuan dan keberlanjutan bangsa bersama. Semoga momentum ini menjadi awal kerja sama yang lebih luas antara Toraja dan Jakarta,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur Pramono mengajak warga Toraja di Jakarta untuk terus mempererat persaudaraan dan ikut aktif membangun kota. “Saya berharap komunitas Toraja di Jakarta tetap rukun, bergotong royong, dan terus memberikan kontribusi positif. Anggaplah Jakarta sebagai rumah bersama, kota yang kita bangun dan kita jaga bersama,” pungkasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.