Bantu Warga Kekeringan, Kodam Iskandar Muda Latih Prajurit TNI Deteksi Sumber Air Bersih

Minggu, 26 Okt 2025, 20:40 WIB

BANDA ACEH - Kodam Iskandar Muda (IM) melalui Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 16/Dhika Anoraga memberikan pelatihan penggunaan alat geolistrik bagi prajurit Batalyon Infanteri  Teritorial Pembangunan (Yonif TP) untuk pendeteksian potensi air bersih guna membantu masyarakat Aceh.

Pelatihan yang digelar di Pesantren Oemar Diyan, Aceh Besar, ini menjadi bagian dari komitmen TNI untuk hadir di tengah kesulitan rakyat dan membantu masyarakat mengatasi krisis air bersih.

Ket. Foto: Prajurit TNI dilatih penggunaan alat geolistrik pendeteksian air bersih di yayasan Oemar Diyan, di Aceh Besar, Minggu (26/10). — Sumber: ANTARA/HO-Yonzipur 16/Dhika Anoraga

"Kegiatan ini bagian dari upaya Kodam IM untuk hadir di tengah kesulitan rakyat Aceh dan menjadi solusi nyata," kata Komandan Yonzipur 16/DA, Letkol Czi Rudy Haryanto di Aceh Besar, Minggu.

Pelatihan ini juga dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia TNI AD untuk mendukung keberhasilan tugas pembinaan teritorial di wilayah Aceh.

Ia mengatakan dalam pelatihan tersebut, para prajurit mendapat pembekalan teori dan praktik penggunaan alat geolistrik, yaitu perangkat deteksi bawah tanah yang berfungsi mengidentifikasi lokasi potensial sumber air.

Para prajurit dilatih untuk membaca hasil pengukuran geolistrik, menentukan titik pengeboran yang efisien, dan memahami cara kerja sistem sumur bor.

"Melalui penerapan teknologi geolistrik ini, diharapkan sumber air bersih dapat diperoleh secara akurat dan berkelanjutan, sekaligus menghemat biaya serta waktu pengerjaan di lapangan," ujarnya.

Dirinya mengatakan pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada teknis, tetapi juga mengandung nilai sosial, karena air bersih merupakan kebutuhan pokok masyarakat dengan keberadaan menjadi kunci bagi kemajuan ekonomi lokal, baik pertanian, peternakan, maupun kegiatan sehari-hari warga.

Ia mengharapkan dengan adanya sumber air baru masyarakat dapat mengembangkan lahan pertanian, meningkatkan produksi pangan, serta menjaga ketahanan ekonomi di wilayah masing-masing.

"Melalui pelatihan bek air ini, TNI tidak hanya membangun infrastruktur fisik berupa sumur atau jaringan air, tetapi juga membangun kepercayaan dan kemitraan strategis dengan masyarakat," kata Letkol Czi Rudy Haryanto.

Ketua Yayasan Oemar Diyan yang juga Anggota DPR Aceh Ilmiza Sa’aduddin Djamal mengapresiasi atas terselenggara kegiatan tersebut, karena sebagai hal positif.

Apalagi, katanya, ini memperkuat kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa air bersih yang secara langsung berdampak pada kesejahteraan warga Aceh.

"Kita berharap, ke depannya kegiatan serupa dapat diaplikasikan ke daerah-daerah lain di Aceh yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih," kata dia.

  • kekeringan
  • prajurit tni
  • kodam iskandar muda
  • sumber air bersih

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.