Verstappen Siap Ungguli Duo McLaren

Jumat, 24 Okt 2025, 07:38 WIB

MEXICO CITY - Pembalap asal Belanda Max Verstappen datang ke Grand Prix Meksiko akhir pekan ini dengan ambisi memperpanjang rentetan kemenangan dan menambah tekanan kepada dua pembalap muda McLaren: Oscar Piastri dan Lando Norris. Bagi Verstappen, sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez bukan sekadar lintasan, melainkan wilayah kekuasaannya. Dalam tujuh musim terakhir, pembalap Red Bull itu sudah lima kali naik podium tertinggi.

Pembalap juara dunia empat kali itu tengah berada dalam performa terbaik. Sejak Agustus, Verstappen memangkas jarak poin dengan Piastri di posisi ketiga klasemen dari 104 menjadi hanya 40. Dalam periode yang sama, McLaren justru tampak kehilangan kecepatan. Mobil yang semula perkasa kini tampak sulit menandingi kecepatan Red Bull di berbagai sirkuit.

Ket. Foto: Pembalap Red Bull Racing asal Belanda, Max Verstappen, keluar dari jalur pit setelah melakukan pit stop pada Grand Prix Formula Satu Amerika Serikat di Circuit of the Americas di Austin, Texas. — Sumber: John Locher/POOL/AFP

Piastri, yang sempat tampil stabil sepanjang paruh pertama musim, kini mulai kehilangan konsistensi. Setelah deretan podium sejak seri pembuka di Australia, tiga balapan terakhirnya berakhir dengan catatan mengecewakan: gagal finis, peringkat keempat, dan kelima. Penurunan itu juga terlihat dari hasil kualifikasinya.

Norris mengalami pola serupa. Meski masih tampil kompetitif, dia belum mampu mengakhiri paceklik kemenangan sejak Grand Prix Hungaria pada bulan Agustus. Namun, di Texas pekan lalu, Norris menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan finis kedua di belakang Verstappen, yang memulai dari posisi terdepan dan sekaligus merebut kemenangan di sesi sprint.

“Mereka tampak terbebani oleh tekanan perebutan gelar,” ujar mantan pembalap IndyCar yang kini menjadi analis F1, James Hinchcliffe, dalam podcast F1 Nation. Bahkan Red Bull di awal musim sempat goyah ketika McLaren mulai menekan. Tekanan itu bisa terlihat dari detail kecil seperti pit stop yang melambat.

Dalam F1, tekanan adalah permainan tersendiri. Semua pembalap ingin jadi pihak yang diburu, tapi menyalip, baik di trek maupun di klasemen, bukan hal mudah. Verstappen, dengan empat gelar dunia di tangannya, tahu betul cara menghadapi tekanan di penghujung musim. Dia tampil tenang, percaya diri, dan tampak menikmati setiap tantangan.

“Kalau perebutan gelar benar-benar ketat hingga balapan terakhir, Max adalah orang yang harus diwaspadai. McLaren punya mobil yang cukup cepat untuk bersaing, tapi dengan Max, segalanya bisa terjadi, seperti yang kita lihat pada tahun 2021,” ujar Fernando Alonso, juara dunia dua kali.

Sementara itu, Red Bull berupaya menyalip McLaren di udara tipis Meksiko. Ferrari datang membawa asa tipis mengulang keberhasilan tahun lalu saat Carlos Sainz berjaya di sini. Kini, tongkat estafet berada di tangan Lewis Hamilton. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.