Optimalkan Pemanfaatan AI, Kemenperin Pacu SDM Industri
Jumat, 24 Okt 2025, 00:00 WIBJAKARTA â Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu percepatan industri nasional berbasis inovasi dan teknologi melalui implementasi Making Indonesia 4.0 yang telah dijalankan sejak 2018. Inisiatif ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem transformasi digital yang inklusif.
âMaking Indonesia 4.0 merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang diharapkan mampu memperkuat rantai nilai industri, memperluas inovasi, dan melahirkan talenta yang mampu mengelola dan mengembangkan teknologi,â ungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara AI for Indonesia di Jakarta, Kamis (23/10).
Menperin mengungkapkan pengembangan potensi ekonomi nasional melalui transformasi digital seperti kercerdasan buatan (AI), perlu difokuskan pada penguatan kompetensi dan kapasitas talenta digital di seluruh jenjang industri, penerapan manajemen perubahan, dan perumusan strategi proses bisnis yang adaptif. Ketiga hal ini menjadi bukti keberhasilan implementasi AI dipengaruhi kesiapan faktor manusia dan proses bisnis.
Melalui berbagai langkah strategis, Kemenperin berupaya memperkuat kapasitas talenta bangsa melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) Industri agar mampu beradaptasi dengan teknologi digital. Penguasaan AI menjadi salah satu kunci dalam pengembangan industri manufaktur yang mandiri dan berdaya saing global.
Sebelumnya, Kemenperin menerbitkan Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 1009 Tahun 2021 tentang Pengembangan SDM Industri Berdaya Saing Global mencakup vokasi industri berbasis dual system, pembentukan Center of Excellence, pembangunan Pusat Industri Digital Indonesia 4.0, pengembangan inkubator bisnis terintegrasi, pendirian Development Center infrastruktur kompetensi, serta program Digital ASN Talent Pool. Keputusan ini menjadi wujud keseriusan Kemenperin dalam menciptakan talenta industri yang adaptif terhadap perkembangan dan penguasaan teknologi sesuai kebutuhan industri secara global.
Peran Krusial
Menperin menegaskan penerapan AI tidak hanya berperan terhadap pertumbuhan dan inovasi pada sektor industri manufaktur, namun juga memiliki peran krusial dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing. Untuk itu Kemenperin terus mendorong kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, asosiasi industri, lembaga pendidikan vokasi, dan berbagai mitra internasional.
Berdasarkan data Artificial Intelligence Index Report 2025 yang diterbitkan oleh Stanford Institute for Human-Centered Artificial Intelligence (HAI), proporsi keterampilan AI Indonesia sedikit lebih tinggi dari rata-rata global. Indonesia juga tercatat sebagai negara dengan tingkat penetrasi keterampilan AI tertinggi di kawasan Asia Tenggara dan masuk ke dalam jajaran 10besar pada tingkat global dengan peningkatan perubahan kompetensi AI sebesar 191 persen pada 2016-2024.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Gedung Putih Merilis Kesepakatan Antara Trump dan Para Miliarder Eksekutif AI : Inilah Isinya
-
Literasi dan Infrastruktur Pelindungan Data UMKM Perlu Diperkuat
-
Citilink Operasikan Kembali Penerbangan dari dan Menuju Jakarta dan Bandung Secara Bertahap
-
Trump Umumkan Kesepakatan Sukarela Kontrol Keamanan dengan Perusahaan - perusahaan AI
-
Bapanas Perketat Data Penerima, Bantuan Beras Tak Boleh Salah Sasaran
-
Trump Hapus Produk Kanada dari Kontrak Pemerintah Amerika Serikat
-
Dari Riset NASA ke Indonesia, Celluma Dorong Perawatan Kulit Berbasis Fotobiomodulasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.