KSP: Capaian Setahun Prabowo-Gibran, Lebih Membumi dan Langsung Dirasakan Masyarakat

Kamis, 23 Okt 2025, 16:42 WIB

JAKARTA-Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari membeberkan capaian setahun Pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran yang dianggap membawa perubahan arah pembangunan. 

Kebijakan Pemerintah sekarang terang dia lebih membumi dan langsung dirasakan masyarakat, seperti kesehatan, gizi dan pangan. “Pemerintah sekarang fokus ke kebutuhan dasar. Semuanya diarahkan untuk memperkuat rakyat bawah,” kata Qodari dalam Forum Merdeka Barat9 (FMB9) Ngobrol Indonesia terkait “Potret Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran” di Jakarta, Rabu (22/10).

Ket. Foto: Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari (kiri) dalam Forum Merdeka Barat9 (FMB9) Ngobrol Indonesia terkait “Potret Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran” di Jakarta, Rabu (22/10) — Sumber: istimewa

Tiga poros kebijakan itu meliputi bidang kesehatan melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG). Lalu, pendidikan dan gizi dengan Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pangan melalui program Ketahanan Pangan Nasional. Ketiganya merupakan wujud konkret arah baru Pemerintah memenuhi kebutuhan masyarakat.

Salah satu kebijakan yang disorot adalah program CKG. Program ini disebut dalam pandangan Qodari sebagai langkah fundamental karena memberi kesempatan setiap warga mengetahui kondisi kesehatannya sendiri. “Wah, belum pernah ada presiden yang melakukan ini. Semua orang bisa tahu kondisi kesehatannya dan itu penting untuk kualitas hidup,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan massal itu, Pemerintah kini punya peta besar penyakit dominan masyarakat. Data itu akan menjadi dasar kebijakan publik, seperti penambahan jumlah dokter gigi dan pengendalian konsumsi gula. “Presiden sudah perintahkan agar pendidikan dokter gigi ditambah, karena penyakit gigi banyak ditemukan,” ungkapnya.

Qodari menegaskan, pendekatan Pemerintah di bidang pendidikan juga bergeser ke hal yang lebih manusiawi. Bukan hanya soal kurikulum dan guru, tapi juga kondisi anak didik agar bisa belajar optimal. “Kalau siswa belum sarapan, mau gurunya sepintar apa pun, hasilnya tidak maksimal,” tuturnya.

Menurut dia, program MBG menjadi jawaban konkret. Pemerintah ingin memastikan anak-anak sekolah mendapat gizi yang cukup agar kecerdasannya berkembang. “Intinya sederhana, pendidikan dimulai dari perut yang kenyang,” katanya.

Paradigma Pembangunan

Qodari menjelaskan, kebijakan seperti CKG dan MBG menunjukkan perubahan paradigma pembangunan. Pemerintah kini lebih berani menembus cara lama yang hanya berorientasi pada angka pertumbuhan ekonomi. “Presiden ingin membangun sumber daya manusia,” katanya.

Dalam sektor pertanian, Qodari menyebut Presiden Prabowo bersemangat mewujudkan kemandirian pangan. Dukungan Kepala Negara terhadap petani cukup besar. Produksi beras nasional tahun ini mencapai 38 juta ton, melebihi kebutuhan sekitar 31 juta ton. “Produksi kita melimpah. Itu bukti ketahanan pangan mulai kuat,” ucapnya

  Pemerintah ujarnya terus mengawasi pelaksanaan program MBG agar menu yang disajikan sesuai kondisi lokal. Dia mencontohkan, makanan untuk anak di Padang tentu berbeda dengan di Manado, tapi gizinya harus sama baik. “Menu boleh beda, tapi gizinya tidak boleh kurang. Itu bentuk keberpihakan pada anak Indonesia,”ungkap dia

Qodari juga menyinggung upaya Pemerintah menutup kebocoran ekonomi nasional, termasuk dari praktik tambang ilegal. Menurut Qodari, potensi kebocoran mencapai Rp 45 triliun per tahun. “Kalau diselamatkan sepuluh tahun, itu 450 triliun rupiah. Bisa bangun ribuan sekolah,” jelasnya.

Selain tambang, Qodari menyebut langkah Presiden menertibkan perdagangan minyak goreng dan kewajiban pasokan dalam negeri juga berbuah positif. Pemerintah berhasil menekan permainan harga dan menjaga stabilitas pasar. “Ada 13 triliun rupiah yang berhasil diamankan dari permainan pasar. Itu bentuk perlindungan terhadap hak rakyat,” katanya.

Karena itu Qodari mengajak publik melihat hasil nyata kebijakan Pemerintah bukan dari laporan panjang, tapi dari perubahan di lapangan. Dia menyebut, banyak sekolah rakyat kini hidup kembali dengan fasilitas lengkap dan anak-anak yang lebih bersemangat. “Saya melihat sendiri anak-anak yang dulu murung kini bersemangat. Sekolah hidup, koperasi berdiri, masa depan mereka terang,” kata Qodari.

Dia menilai, capaian setahun ini belum sempurna, tapi sudah menandai perubahan arah besar. Pemerintah sedang meletakkan fondasi untuk empat tahun ke depan. “Kita sudah meletakkan dasar kuat bagi perjalanan Indonesia. Dasar yang dibangun dari kebutuhan paling sederhana: kesehatan, pendidikan dan pangan,” jelas Qodari. 

  • Makan Bergizi Gratis
  • Setahun Prabowo-Gibran

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.