Menekraf-Mentrans Bahas Penguatan Ekraf di Kawasan Transmigrasi
Rabu, 18 Jun 2025, 19:53 WIBJAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menerima kunjungan kerja Menteri Transmigrasi (Mentrans), Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara membahas upaya penciptaan lapangan kerja dengan memanfaatkan kreativitas dan keterampilan agar mendorong kapasitas talenta-talenta yang unggul.Â
"Tren struktural lapangan kerja terus mengalami pergeseran. Dari ekonomi agrikultural yang bersifat padat karya, ekonomi industrial bersifat padat modal, dan sekarang menuju ekonomi kreatif yang bersifat padat cipta. Berarti, industri kreatif telah memanfaatkan kreativitas, inovasi, dan teknologi untuk menciptakan nilai tambah dalam berbagai subsektor,â ujar Riefky kepada media di Jakarta, Rabu (18/6).
Riefky menekankan pentingnya menciptakan lapangan kerja untuk meningkatkan kesejahteraan transmigran mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Diskusi ini juga mencari potensi kolaborasi antarkementerian karena ekonomi kreatif menjadi satu tarikan napas yang jadi penggerak utama dalam program transmigrasi seperti memberdayakan masyarakat setempat untuk lebih mandiri dan berdaya saing.
Menteri Ekraf Teuku Riefky juga menyoroti 17 subsektor ekonomi kreatif yang punya potensi penyerapan tenaga kerja baru dan tumbuh setiap tahun.
Oleh karena itu, Menteri Ekraf Teuku Riefky mengajak Kementrans berkolaborasi mengembangkan creative hub yang terintegrasi sehingga tercipta ekosistem yang lebih dinamis dan berkelanjutan.
Mentrans Muhammad Iftitah, menyambut baik kolaborasi ini dan menekankan komitmen Kementerian Transmigrasi yang memberi akses serta kesempatan merata bagi berbagai kalangan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
âTransmigrasi itu bukan sekadar pemindahan penduduk, paradigma tujuan Kementerian Transmigrasi saat ini yaitu pembangunan kawasan ekonomi baru terintegrasi demi meningkatkan kesejahteraan untuk semua,â ujar Mentrans Iftitah.???????
Mentrans Iftitah juga menyampaikan pentingnya kawasan transmigrasi yang produktif dan berkelanjutan dengan membawa program unggulan seperti Trans Tuntas (T2), Transmigrasi Lokal (Translok), Transmigrasi Patriot, Trans Gotong Royong (Trans GR), dan Trans Karya Nusa (TKN).
âKalau misalkan kita bangun kawasan ekonomi, tentu tujuannya bukan untuk memindahkan kehidupan, tetapi membangun peradaban. Kami butuh storytelling seperti apa makna dari 'trans' yang artinya melintas. Jadi, ekonomi kreatif ini harus mampu memberikan visualisasi terpadu untuk menarik minat banyak orang ke kawasan transmigrasi yang sudah terintegrasi,â tegas Mentrans Iftitah. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Wah, Ribuan Pelajar SMA/SMK dari Keluarga Miskin dapat Perlengkapan Sekolah Gratis dari Pemkot Surabaya
-
Kolaborasi Dishut Kalsel dan Alumnus Sekolah Kehutanan dalam Menggencarkan RHL
-
Presiden Prabowo Tetapkan 15 Provinsi Prioritas Pengembangan Ekonomi Kreatif, Sumbar Termasuk
-
Wamendagri Beberkan Resep Bangkitkan Pariwisata Lewat Ekonomi Kreatif: Setiap Daerah Harus Punya Karakter Sendiri
-
Pemkab Karawang: Progres Pembangunan "Underpass" Gorowong Capai 51 Persen
-
Menekraf: Ekonomi Kreatif Berbasis Teknologi dan Inovasi Bantu Peradaban Indonesia
-
Jakarta Gandeng Berlin, Gubernur Pramono Mantapkan Lompatan Besar Menuju Kota Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.