Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas dan Satgas Pangan Sidak Pasar di Jatim, Awasi Harga Beras Sesuai HET

📅 Kamis, 23 Okt 2025, 15:34 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bapanas dan Satgas Pangan Sidak Pasar di Jatim, Awasi Harga Beras Sesuai HET Doc: istimewa
Ket. Dalam upaya mengantisipasi potensi lonjakan harga beras dan memastikan kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET), Bapanas bersama Satgas Pangan Polri, Satgas Pangan Polda Jatim, serta Perum Bulog Kanwil Jatim melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar di Provinsi Jawa Timur, Rabu (22/10)

SURABAYA- Dalam upaya mengantisipasi potensi lonjakan harga beras dan memastikan kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET), Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Pangan Mabes Polri, Satgas Pangan Polda Jawa Timur (Jatim), serta Perum Bulog Kanwil Jatim melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar di Provinsi Jawa Timur, Rabu (22/10).

Kegiatan sidak ini diawali di Pasar Wonokromo dan beberapa ritel modern di Kota Surabaya, kemudian dilanjutkan ke sejumlah pasar tradisional dan toko ritel di Kota Probolinggo.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, yang memimpin langsung kegiatan tersebut menjelaskan bahwa sidak ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian (Mentan)/Kepala Bapanas, Amran Sulaiman, agar seluruh pelaku usaha perberasan mematuhi ketentuan HET baik untuk beras medium maupun premium.

"Sesuai arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Pemerintah akan menindak tegas pihak yang menjual beras di atas ketentuan tersebut,” ujar Andriko saat meninjau Pasar Wonokromo, Surabaya.

Dari hasil pemantauan di lapangan, Andriko mengungkapkan bahwa harga beras medium dan premium di sejumlah titik pantauan terpantau masih berada di bawah HET yang telah ditetapkan pemerintah.

"Tadi kami melakukan pengecekan harga beras di salah satu ritel modern di Kota Surabaya. Hasilnya, seluruh harga beras, baik medium maupun premium, masih di bawah HET,” jelasnya.

Sebagai informasi, Bapanas telah menetapkan HET beras berdasarkan zonasi wilayah. Untuk Zona 1, HET beras medium ditetapkan sebesar Rp13.500/kg, beras SPHP Bulog Rp12.500/kg, dan beras premium Rp14.900/kg.

Melanjutkan pemantauan di Kota Probolinggo, Andriko bersama tim Satgas Pangan Polri dan Polda Jatim, serta Bulog Jatim meninjau sejumlah pasar tradisional dan toko ritel.

"Tadi kami cek di pasar tradisional dan ritel modern di Kota Probolinggo, harga sudah sesuai dengan ketentuan. Meski sebelumnya ada kabar kenaikan 5 hingga 6 persen, namun hasil pantauan kami tidak menemukan harga tersebut. Semua masih sesuai HET yang ditentukan pemerintah,” ungkap Andriko.

Selain memantau harga, tim Bapanas juga melakukan pengawasan mutu dan labelisasi produk beras yang beredar di pasaran. Hal ini untuk memastikan kesesuaian antara kualitas beras dengan keterangan pada label kemasan.

"Sampel beras akan kami uji melalui otoritas keamanan pangan daerah. Jika labelnya premium, maka mutunya harus benar-benar premium. Jika ternyata kualitasnya medium namun dijual sebagai premium, itu pelanggaran. Kami bisa memberikan sanksi tegas, termasuk pencabutan izin edar,” tegas Andriko.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim, Kombes Pol Roy H. M. Sihombing, menegaskan komitmen Satgas Pangan untuk terus melakukan pengawasan dan monitoring terhadap harga beras di wilayah Jawa Timur.

"Kami akan terus melakukan pengawasan sampai harga benar-benar stabil di pasaran. Ini menjadi fokus utama kami untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan,” ujar Roy.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jatim, Langgeng Wisnu Adinugroho, memastikan bahwa stok beras di wilayah Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi. Bulog juga siap melakukan intervensi pasar apabila terjadi lonjakan harga di tingkat konsumen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Luar Negeri
Kemlu RI Pantau Keamanan WN...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.