Wali Kota Bandung: Kawasan RW Padat Penduduk Harus Miliki Satu ‘Sprinkler’
Rabu, 22 Okt 2025, 14:20 WIBBANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendorong agar setiap kawasan padat penduduk memiliki alat pemadam sederhana berupa sprinkler sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi kebakaran.
Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat melaksanakan Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Maleber, Kecamatan Andir, Selasa (21/10).
âBanyak wilayah di Kota Bandung yang sangat padat dan gangnya sempit. Kalau terjadi kebakaran, mobil Damkar sulit masuk. Karena itu, sprinkler di tiap RW padat harus jadi prioritas,â kata Wali Kota Farhan.
Menurut dia, alat tersebut tidak memerlukan biaya besar, namun memiliki dampak signifikan dalam menekan risiko kebakaran di kawasan permukiman padat.
âSprinkler ini sederhana tapi efektif. Air bisa langsung disemprotkan di titik api sebelum membesar. Ini menyelamatkan waktu, dan kadang juga menyelamatkan nyawa,â kata dia.
Wali Kota Farhan juga meminta para pengurus RW dan kelurahan untuk berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPMKP) agar pelatihan penggunaan sprinkel dapat dilakukan secara rutin.
âKalau bisa, setiap RW punya satu titik sprinkler aktif dan warganya tahu cara pakainya. Nanti Diskar PB bisa bantu pelatihan teknisnya,â ujar dia.
Selain membahas kesiapsiagaan terhadap bencana kebakaran, dalam kunjungan tersebut Farhan turut menyoroti sejumlah persoalan lain di kawasan padat, mulai dari ketersediaan air bersih, keamanan lingkungan, hingga pengelolaan sampah.
Ia mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap peredaran obat keras seperti tramadol yang kerap disalahgunakan dan memicu gangguan ketertiban.
Ia juga mendorong pemilik rumah kos untuk memasang CCTV demi mencegah tindak kejahatan seperti pencurian kendaraan bermotor.
âKeamanan dan kebersihan lingkungan harus jalan beriringan. Kalau RW-nya kompak, semua masalah bisa diselesaikan bareng-bareng,â tutur dia.
Wali Kota Farhan pun menyinggung pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Ia menyebut, pengurangan sampah yang dikirim ke TPA menjadi tantangan bersama, karena saat ini volume sampah di Kota Bandung masih tinggi.
âKalau tiap RW punya petugas pemilah dan tempat pengolahan sendiri, beban TPA bisa berkurang banyak,â kata dia.
Kegiatan Siskamling Siaga Bencana menjadi sarana Pemkot Bandung untuk memantau langsung kondisi dan kesiapan warga menghadapi potensi bencana di tingkat RW.
Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan.
âKita ingin RW padat bukan hanya siap dalam keamanan lingkungan, tapi juga dalam mitigasi bencana. Sprinkler ini contohnya, adalah langkah kecil tapi sangat penting,â tutur Wali Kota Farhan.
Pemkot Bandung terus berkomitmen memperkuat ketahanan lingkungan di tingkat komunitas. Melalui pendekatan berbasis kewilayahan, pemerintah berharap setiap warga dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang nyaman, bersih, dan tangguh menghadapi bencana. ils/I-1
- Pemkot Bandung
- Cegah Kebakaran Rumah
- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Krisis Air Bersih di Grobogan, Warga Andalkan Belik untuk Mandi hingga Minum Ternak
-
Kolombia Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,4 Lumpuhkan Kota, Puluhan Warga Terjebak Reruntuhan
-
Kiai Asep Ingatkan Agar Muktamar Jombang Tidak Menjadi Ajang Perebutan Kepentingan Kelompok untuk Kuasai NU
-
Manchester United vs AC Milan: Reuni Amorim Jadi Sorotan di Laga Terakhir Pramusim
-
Kesabaran Swiatek Uji Ketajaman Rybakina
-
Pemkot Bandung Berupaya Hadirkan Infrastruktur yang Ramah Bagi Pesepeda hingga Disabilitas
-
Disbudpar Kota Bandung Gelar Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.