Wakil Bupati Lampung Tengah dan SGC Kembangkan Kemitraan Tebu di Kecamatan Rumbia

Rabu, 22 Okt 2025, 07:46 WIB

Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah – Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) bersama Sugar Group Companies (SGC) resmi menggulirkan program kemitraan budidaya tebu, sebagai respon atas anjloknya harga singkong yang selama ini menjadi komoditas utama petani. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di titik ke‑7 Kecamatan Rumbia pada Selasa (21/10).

Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Lamteng, I Komang Koheri, serta perwakilan SGC dan jajaran pemerintah desa seperti Camat Rumbia, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), kepala kampung dan sejumlah petani dari berbagai desa. Kehadiran seluruh unsur tersebut dianggap sebagai bukti dukungan kuat terhadap program kemitraan yang dinilai mampu membawa perubahan bagi sektor pertanian di Lamteng.

Ket. Foto: Wabup Lampung Tengah bersama SGC lakukan sosialisasi program kemitraan tebu. — Sumber: Istimewa

Dalam sambutannya, perwakilan SGC, Ir. Sulis Prapto, menyampaikan bahwa program tersebut menawarkan skema kontrak kemitraan jangka panjang selama 10 tahun, lengkap dengan jaminan pasar dan harga stabil. “Kami ingin petani tidak lagi gamang menghadapi fluktuasi harga. Melalui kemitraan ini, mereka akan mendapat kepastian hasil panen sekaligus peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

SGC juga menjanjikan pendampingan teknis secara menyeluruh, mulai dari pelatihan penanaman, pemeliharaan hingga pengelolaan hasil panen. Hal tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tebu sehingga petani bisa memperoleh keuntungan lebih maksimal daripada saat mengandalkan komoditas singkong yang harganya tidak stabil.

Wakil Bupati Komang Koheri menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mendukung penuh agar program tersebut tidak hanya berhenti di Rumbia, tetapi juga menjangkau seluruh wilayah potensial di Kabupaten Lampung Tengah. Ia menyatakan bahwa program ini bukan sekadar penggantian komoditas, melainkan upaya strategis memperkuat ekonomi desa. “Sudah saatnya petani kita punya pilihan yang lebih menjanjikan. Kemitraan ini bukan hanya soal menanam tebu, tapi soal masa depan ekonomi desa yang lebih manis,” kata Komang.

Latar belakang program ini muncul ketika harga singkong yang selama ini menjadi andalan petani mengalami kesulitan, sehingga pemerintah daerah bersama pihak swasta memandang perlu alternatif. Di sisi lain, data provinsi menunjukkan bahwa lahan tebu rakyat di Kabupaten Lampung Tengah sudah mencatat luas lebih dari 10.000 hektare, sebagai bagian dari program perluasan tebu di wilayah Lampung.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan dan petani, Lampung Tengah kini mempersiapkan diri menjalin era baru budidaya tebu yang lebih stabil dan berdaya guna. Program kemitraan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

  • kemitraan tebu
  • petani tebu Lampung
  • SGC Lampung Tengah
  • program tebu Rumbia
  • Wabup Lampung Tengah I Komang Koheri
  • diversifikasi komoditas petani
  • jaminan harga tebu 10 tahun
  • anjlok harga singkong Lampung

Redaktur: Andriani Nuraini

Penulis: Andriani Nuraini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.