Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Cukup Niat! Pemprov Kalbar Bekali Pengurus Koperasi Merah Putih Ilmu Bisnis agar Tak Gagal Jalan

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 19:29 WIB | Oleh:
Tak Cukup Niat! Pemprov Kalbar Bekali Pengurus Koperasi Merah Putih Ilmu Bisnis agar Tak Gagal Jalan Doc: ANTARA/Rendra Oxtora
Ket. Sekda Kalbar Harisson memberikan sambutan pada kegiatan pendampingan dan pelatihan kepada pendamping dan pengelola KDMP se-Kalbar di Pontianak, Kalbar, Selasa (21/10).

PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan pembekalan kepada para pendamping dan pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar mampu mengelola usaha desa secara profesional. Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar Harisson menegaskan pentingnya pendamping menguasai ilmu bisnis secara utuh agar koperasi benar-benar berdaya saing dan berdampak bagi ekonomi masyarakat.

"Tujuan utama pelatihan ini adalah agar para pendamping benar-benar memahami dan menguasai ilmu usaha yang disampaikan oleh narasumber. Ilmu yang diterima harus diserap secara utuh, 100 persen, bukan 80 persen, agar dapat diteruskan dengan baik kepada koperasi binaannya," kata Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Harisson saat membuka kegiatan Peningkatan Kompetensi Pendamping Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih se-Kalimantan Barat, yang digelar di Pontianak, Kalbar, Selasa.

Ia menambahkan pelatihan yang diberikan mencakup materi dasar dalam berbisnis dan pengelolaan keuangan, seperti kemampuan membaca peluang, membuat perencanaan usaha, serta memahami prinsip-prinsip ekonomi sederhana.

"Prinsipnya sederhana yakni bagaimana mengeluarkan biaya sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Pendamping dan pengurus koperasi harus jeli melihat potensi desa yang bisa dikembangkan menjadi usaha produktif," tuturnya.

Dirinya menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas para pendamping koperasi untuk memastikan koperasi merah putih yang telah terbentuk dapat beroperasi secara efektif, profesional, dan memberi dampak nyata bagi kemajuan ekonomi kerakyatan.

Harisson mengungkapkan bahwa hingga saat ini, jumlah koperasi merah putih di Kalbar telah mencapai 2.143 unit.

Seluruh koperasi tersebut telah memiliki badan hukum yang lengkap, dan dalam waktu dekat akan mendapatkan dukungan modal.

Ia berharap kehadiran koperasi-koperasi ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dia juga menyoroti pentingnya etos kerja hemat dan bertanggung jawab dalam mengelola koperasi. Ia mengingatkan agar setiap pengurus mampu menerapkan efisiensi dalam operasional, dan menghindari penggunaan dana koperasi atau dana publik untuk kegiatan yang tidak produktif.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar itu juga berpesan agar koperasi memulai usaha dari skala kecil terlebih dahulu sebelum memperluas cakupan bisnisnya.

"Mulai lah dari hal kecil, kemudian tumbuh menjadi besar. Jangan terburu-buru melakukan studi banding sebelum memiliki usaha yang jelas. Studi banding baru akan bermakna ketika sudah ada pengalaman dan pencapaian yang bisa dibandingkan, termasuk belajar dari usaha yang belum berhasil," katanya.

Harisson berharap melalui kegiatan pelatihan ini, para pendamping koperasi dapat menjadi agen penggerak ekonomi rakyat yang kompeten dan berdedikasi.

Dengan pendampingan yang tepat, koperasi merah putih diyakini akan berkembang menjadi wadah ekonomi yang kuat, transparan, dan berdaya saing.

"Kita ingin koperasi bukan hanya ada di atas kertas, tapi benar-benar hidup, tumbuh, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat di desa," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

36 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.