• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Sinyal DC Snyderverse Tama...

Sinyal DC Snyderverse Tamat Ada di Postingan Hitam Putih Superman Henry Cavill di IG Zack Snyder

Selasa, 21 Okt 2025, 19:21 WIB

Sutradara Zack Snyder baru-baru ini mengunggah foto baru Henry Cavill sebagai Superman dari Batman v Superman: Dawn of Justice, tetapi tanggapan tersebut menunjukkan bahwa penonton DC Universe telah beralih sepenuhnya ke Superman karya James Gunn dan David Corenswet . 

Dilansir ScreenRant, transisi dari DCEU yang dipimpin Cavill ke DCU baru DC Studios memang berliku-liku, tetapi tampaknya kita akhirnya sepenuhnya memasuki era baru Superman dalam film.

Ket. Foto: Unggahan Instagram Zack Snyder yang menampilkan Henry Cavill Sebagai Superman dalam Batman v Superman: Dawn of Justice (2016). — Sumber: Istimewa


Di Instagram, Snyder mengunggah foto baru Cavill berkostum Superman di lokasi syuting Batman vs Superman , dengan keterangan, " Henry Cavill adalah Superman . Dari BvS, difoto dengan lensa monokrom 50mm Noctilux saya. 3 minggu di Instagram, terima kasih semuanya." Meskipun unggahan tersebut tampaknya terutama untuk merayakan ulang tahun Instagram-nya, hal itu kembali memicu perdebatan tentang Superman.

Komentar-komentar di unggahan Snyder merupakan gabungan dari mereka yang mendukung Corenswet ( "David Corenswet sebenarnya Superman. Semoga ini membantu!" ) dan mereka yang ingin Snyder kembali menyutradarai kelanjutan kisah Superman Cavill: "Henry Cavill adalah Superman! Comeback [sic] Zack Snyder, kamu yang terbaik." Namun, menariknya, komentar-komentar tersebut condong ke satu arah yang jelas.

Komentar dengan like terbanyak pada unggahan Snyder tentang Cavill hanya berbunyi, "Girl move on." Dengan hampir 11.000 like hingga artikel ini dipublikasikan, ini tampaknya menjadi sentimen yang dominan tentang kondisi Superman. Tentu saja, ada banyak komentar yang mendukung Snyder dan Cavill dan berharap mereka dapat melanjutkan kisah Superman mereka, tetapi tidak ada yang mendapatkan like sebanyak itu.

Berdasarkan hal ini, tampaknya Gunn dan Corenswet telah memikat penonton dengan interpretasi mereka terhadap Superman , yang tidak terlalu mengejutkan mengingat film ini meraih skor kritik 83% dan skor penonton 90% di Rotten Tomatoes. Jelas bahwa penonton menikmati Superman dan antusias untuk melihat ke mana Gunn dan Corenswet akan membawanya selanjutnya — yaitu dalam film lanjutannya, Man of Tomorrow , yang akan dirilis pada tahun 2027.

Masa bakti Cavill sebagai Superman berlangsung hampir satu dekade, dari perkenalannya di Man of Steel (2013) hingga penampilan terakhirnya di adegan pasca-kredit Black Adam (2022) . Namun, hal itu masih bisa dibilang sebagai kesempatan yang terlewatkan, dengan Man of Steel 2 yang tak kunjung terwujud dan penampilannya di Justice League yang dirusak oleh pengambilan gambar ulang. Black Adam kemudian tampak menjadi kesempatan bagi Superman versi Cavill untuk kembali, namun beberapa minggu kemudian diumumkan bahwa ia akan digantikan oleh pemeran baru.

Akhirnya, Corenswet mendapatkan peran Clark Kent dalam film reboot Gunn; Superman memulai debutnya dengan ulasan yang sangat positif dan antusiasme dari penonton yang menantikan versi baru dari Big Blue Boy Scout. Meskipun demikian, masih ada sekelompok penggemar yang antusias melihat Cavill kembali mengenakan kostum Superman, dan mereka tampaknya mendapatkan dorongan moral dari Snyder sendiri minggu lalu.

Kontroversi Snyderverse

Sebelumnya, mencuat kontroversi Snyderverse merujuk pada perbedaan pendapat dan reaksi keras dari penggemar dan kritikus terkait dengan visi Zack Snyder untuk DC Extended Universe (DCEU). 

Berikut beberapa poin utama kontroversi tersebut:

Perbedaan Visi dengan Warner Bros

Sebagai sutradara pemimpin DCEU, Snyder memiliki visi yang berbeda dengan Warner Bros. tentang bagaimana DCEU seharusnya dikembangkan. Ia memiliki rencana untuk lima film yang saling terhubung, tetapi studio memutuskan untuk mengubah arah franchise setelah perilisan Justice League pada 2017.

Pengaruh Joss Whedon

Snyder meninggalkan proyek Justice League pada 2017 karena masalah keluarga, dan Joss Whedon mengambil alih untuk menyelesaikan film tersebut. Perubahan besar dilakukan pada film, termasuk penambahan humor dan pengurangan kekerasan, yang tidak sesuai dengan visi Snyder.

Perilisan Snyder Cut

Setelah kampanye #ReleaseTheSnyderCut yang digerakkan oleh penggemar, Warner Bros. akhirnya merilis Zack Snyder's Justice League pada 2021, yang merupakan versi Snyder dari film tersebut. Perilisan ini memicu perdebatan tentang apakah versi Snyder lebih baik daripada versi asli.

Reaksi Penggemar

Perilisan Snyder Cut memicu reaksi keras dari penggemar, dengan beberapa memuji keputusan Warner Bros. untuk merilis versi Snyder, sementara yang lain merasa bahwa perilisan tersebut tidak perlu dan hanya memenuhi keinginan segelintir penggemar.

Dampak pada Karir Snyder

Kontroversi Snyderverse berdampak pada karir Snyder, dengan beberapa orang mempertanyakan apakah ia masih bisa memimpin sebuah franchise besar.

Kontroversi Snyderverse juga berdampak pada DCEU, dengan studio memutuskan untuk mengubah arah franchise dan fokus pada film-film mandiri dari pada membangun semesta yang saling terhubung.

Kampanye #RestoreTheSnyderVerse

Meskipun Snyder tidak lagi terlibat dengan DCEU, penggemar masih terus mengkampanyekan #RestoreTheSnyderVerse untuk meminta Warner Bros. untuk melanjutkan visi Snyder. 

  • Zack Snyder

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.