Petugas Bersihkan Sampah di Jalur Pendakian Gunung Rinjani
Selasa, 21 Okt 2025, 15:55 WIBMataram -- Tim Rescue Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nusa Tenggara Barat (NTB) membersihkan sampah atau rappelling clean up di kawasan Gunung Rinjani dalam rangka meningkatkan kelestarian lingkungan di kawasan Rinjani.
"Hari ini Tim Rescue melakukan aksi bersih-bersih sampah di tebing curam Pelawangan 1â4 jalur Sembalun yang selama ini jadi titik pembersihan, hari ini dijangkau," kata Kepala Balai TNGR Yarman dalam keterangan tertulisnya di Mataram, Selasa.
Ia mengatakan tim gabungan melaksanakan pembersihan sampah ekstrem di area yang tak terjangkau tim regular, menggunakan teknik rappelling, sekaligus implementasi hasil pelatihan rescue sebelumnya.
"Kegiatan ini untuk menerapkan hasil pelatihan yang telah dilaksanakan sebelumnya," kata Yarman.
Ia mengatakan dengan medan terjal dan kemiringan ekstrem, setiap langkah tim adalah wujud cinta pada Rinjani.
"Karena menjaga Rinjani bukan hanya urusan indahnya lanskap, tapi juga kesadaran akan tanggung jawab kita sebagai pendaki dan penjaga alam," katanya.
Yarman juga mengimbau masyarakat atau para wisatawan yang datang di kawasan Gunung Rinjani untuk tidak meninggalkan apapun kecuali jejak dan jangan ambil apapun kecuali foto, serta jangan bunuh apapun kecuali waktu.
"Mari kita naik dengan hormat, turun dengan tanggung jawab," katanya.
Sebelumnya Balai TNGR juga menerapkan Program Go Rinjani Zero Waste dengan skema penggunaan wadah reuse dan refill.
Gerakan ini mewajibkan pendaki mengemas ulang bahan makanan dan minuman ke dalam wadah yang dapat digunakan kembali guna meminimalisir sampah di Kawasan TNGR.
âMari jaga alam, jadilah pendaki yang bijak, sebab kebersihan gunung adalah tanggung jawab kita bersama,â kata Yarman.
Ia merinci daftar makanan dan minuman yang dapat diwadahi ulang dan dibawa ke Gunung Rinjani, antara lain mi instan bumbu, snack, beras, telur, sayur, buah, tepung terigu, saos, kecap, kerupuk, bumbu, kopi, teh, minyak goreng, air minum, mentega, sarden, garam, lauk pauk, dan gula.
Sementara itu beberapa yang boleh tidak diwadahi ulang seperti minuman bersoda, bumbu mi instan, bungkus permen, multivitamin saset, pasta, rokok, gas kaleng, santan dan tisu kering.
âBotol plastik tidak boleh dibawa naik," katanya.
Namun ini masih proses, lanjutnya, jika botol plastik berukuran 1,5 liter atau lebih besar masih diperbolehkan, sementara botol kecil dikurangi. Tetapi botol tersebut harus tercatat saat dibawa turun.
"Alangkah lebih baik jika membawa tumbler atau Tupperware,â katanya.
- Gunung Rinjani
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Terlilit Pinjol, Wanita di Jakarta Barat Curi Perhiasan Rp300 Juta Milik Sahabat Sendiri
-
Presiden Prabowo Subianto Gelar Ratas di Hambalang, Perintahkan Penguatan Perusahaan Mineral Nasional
-
Bulog Pastikan Beras Haji 2026 Berasal dari Panen Terbaru Petani Indonesia
-
Disnaker Kota Bandung Dirikan Posko Pengaduan untuk Kawal Pembayaran THR
-
Resmi Dibuka 1 April, Gunung Rinjani Mulai Dikunjungi Ratusan Pendaki Lokal dan Asing
-
Pendaki Wanita Asal Belgia Jatuh di Gunung Rinjani, Berhasil Dievakuasi
-
Warga Tak Perlu Khawatir Ketahanan Energi Dampak Perang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.