ANTAM Bergerak Cepat! Perkuat Buyback dan Kolaborasi Tambang untuk Atasi Kelangkaan Emas
Selasa, 21 Okt 2025, 17:50 WIBLUWU TIMUR -Â PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) memperkuat mekanisme buyback emas dari masyarakat dan menjalin kolaborasi dengan sejumlah perusahaan tambang dalam negeri untuk mengatasi keterbatasan stok Logam Mulia ANTAM di pasaran. Langkah ini dilakukan di tengah melonjaknya harga emas yang naik Rp72.000 menjadi Rp2.487.000 per gram.
âMelalui langkah-langkah ini, ANTAM berharap masyarakat dapat kembali memperoleh akses yang lebih mudah terhadap produk emas Logam Mulia dengan cara yang aman, transparan, dan nyaman,â ujar Corporate Secretary ANTAM Wisnu Danandi dihubungi dari Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Selasa.
Dia menyampaikan, salah satu penyebab stok Logam Mulia ANTAM relatif terbatas di pasaran, yaitu karena sedang adanya penyesuaian yang dilakukan perusahaan dalam rangka penyempurnaan tata kelola sourcing untuk memastikan kelancaran administrasi dan kenyamanan bagi masyarakat dalam bertransaksi.
âSebagai bagian dari strategi tersebut, ANTAM terus memperkuat mekanisme buyback bagi masyarakat yang ingin menjual emasnya untuk kebutuhan lain. Di sisi hulu, ANTAM juga secara aktif menjalin kerja sama dengan perusahaan tambang emas dalam negeri untuk menjual hasil produksinya ke ANTAM,â katanya lagi.
Menurut dia, saat ini sudah semakin banyak perusahaan tambang emas yang memilih menjual ke ANTAM dibanding mengekspor, karena kerja sama dengan perusahaan milik negara itu memberikan nilai tambah bagi ketahanan ekonomi nasional, serta mendukung ketersediaan emas di dalam negeri.
Adapun pada hari ini, Selasa, harga Logam Mulia ANTAM melonjak Rp72.000 dari semula Rp2.415.000 menjadi Rp2.487.000 per gram.
Sebelumnya, pihaknya berharap kewajiban pasokan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) untuk komoditas emas diatur secara adil, agar penambang maupun pengolah dapat memperoleh kepastian usaha dan nilai ekonomi yang seimbang.
âKebijakan DMO diharapkan disusun dengan prinsip yang transparan dan berkeadilan, sehingga seluruh pelaku di rantai pasok dapat berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan industri emas nasional,â ujar Corporate Secretary Division Head ANTAM Wisnu Danandi Haryanto dalam keterangannya yang diterima di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Sabtu (18/10).
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mempertimbangkan untuk menyusun aturan terkait DMO emas. Rencana pengembangan regulasi tersebut juga telah mencuat dalam rapat dengar pendapat Komisi VI DPR dengan ANTAM pada akhir September lalu.
ANTAM, yang merupakan anggota holding BUMN pertambangan MIND ID, mengalami kekurangan pasokan emas karena meningkatnya permintaan dan berkurangnya pasokan akibat longsornya tambang emas PT Freeport, yang menjadi salah satu pemasok emas dalam negeri.
- buyback
- tambang
- harga emas antam
- emas
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Volume penumpang Terminal Kalideres melandai pada H+6 Lebaran
-
Oxfam Peringatkan Lonjakan Kekayaan Konglomerat akan Jadi Ancaman Politik
-
Trio Kuda Rilis Album Perdana “Thrash Blues”
-
Sulsel Mulai Pembangunan Jalan Poros Tanabatue-Palattae Bone
-
Harga emas Antam naik
-
Pelaksanakan Rukyat Hilal Perdana di Lombok Utara
-
Mengejutkan! Robert Aramayo Kalahkan Chalamet hingga DiCaprio di BAFTA
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.