Tiga Sorotan Liga Inggris: Arsenal Tangguh, Liverpool Runtuh, Sunderland Bangkit

Senin, 20 Okt 2025, 08:43 WIB

LIVERPOOL, INGGRIS – Laga akhir pekan Liga Inggris kembali menghadirkan drama di papan atas. Arsenal memperlebar jarak menjadi tiga poin di puncak klasemen, sementara juara bertahan Liverpool terpuruk dengan kekalahan keempat beruntun setelah tumbang 1-2 di tangan Manchester United.

Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi MU di Anfield sejak 2016 sekaligus menyelamatkan posisi pelatih Ruben Amorim yang belakangan mendapat tekanan besar. Di sisi lain, Arsenal mempertahankan posisi teratas lewat kemenangan tipis 1-0 atas Fulham, sedangkan Erling Haaland kembali menjadi pahlawan Manchester City dengan dua gol ke gawang Everton.

Ket. Foto: Pemain Liverpool dan Manchester United berebut bola dalam laga Liga Inggris, Senin (20/10) dini hari WIB. — Sumber: AFP

Berikut tiga poin utama dari pekan ke-9 Liga Inggris:

1. Krisis Liverpool Semakin Dalam

Empat kekalahan beruntun menjadi sinyal bahaya bagi Liverpool. Ini merupakan catatan terburuk mereka sejak November 2014 dan menimbulkan tanda tanya besar atas belanja besar yang dilakukan musim panas lalu.

Dari total pengeluaran hampir 450 juta pound (sekitar 8,6 triliun rupiah), sebagian besar digunakan untuk memperkuat lini depan. Namun, dua rekrutan termahal, Alexander Isak dan Florian Wirtz, belum juga mencetak satu pun gol di Liga Inggris.

Lebih mengkhawatirkan lagi, lini belakang The Reds menjadi rapuh. Musim lalu, dalam 12 laga pertama Arne Slot sebagai pengganti Jürgen Klopp, Liverpool hanya kebobolan lima gol. Kini, pada tahap yang sama musim ini, mereka sudah kemasukan 17 gol.

Slot mencoba tampil lebih ofensif dengan menurunkan lima penyerang di setengah jam terakhir melawan MU. Namun pendekatan itu justru berbalik arah. Setelah Cody Gakpo menyamakan kedudukan, pertahanan Liverpool kembali lengah ketika Harry Maguire dibiarkan bebas menanduk umpan Bruno Fernandes untuk membawa MU unggul 2-1.

“Kami kebobolan gol kedua yang sangat ceroboh,” ujar kapten Virgil van Dijk. “Kami sudah bekerja keras untuk menyamakan skor dan menciptakan banyak peluang, tapi jika kehilangan konsentrasi seperti itu, rasanya sangat mengecewakan.”

2. Arsenal Menang dengan Cara Lama

Sejarah Arsenal kerap dibangun di atas pertahanan yang kokoh, dua gelar era George Graham (1989 dan 1991) bahkan melahirkan chant legendaris: “1-0 to the Arsenal.” Kini, Mikel Arteta menghidupkan kembali semangat itu dengan catatan pertahanan luar biasa.

The Gunners hanya kebobolan tiga kali dalam 11 laga di semua kompetisi musim ini, rekor terbaik klub sepanjang sejarah. Bahkan dalam dua pertandingan terakhir, gawang mereka tak menerima satu pun tembakan tepat sasaran.

Arteta memuji disiplin timnya. “Saya senang dengan tingkat organisasi kami, tapi yang lebih penting adalah mentalitas dan kemauan untuk bekerja keras. Cara lini depan kami menekan lawan dan menciptakan kekacauan itu luar biasa,” katanya.

Gol tunggal di Craven Cottage kembali lahir dari bola mati: Leandro Trossard memanfaatkan flick-on Gabriel Magalhães dari situasi sepak pojok. Arsenal mungkin belum terlalu produktif, tapi dengan pertahanan sekuat ini, mereka tak perlu mencetak banyak gol untuk terus memimpin klasemen.

3. Sunderland Patahkan Kutukan Tim Promosi

Hanya tiga tahun lalu Sunderland masih berkutat di divisi ketiga. Kini, The Black Cats melangkah anggun di Liga Inggris dan bahkan berada di atas rival sekota mereka yang didukung dana besar, Newcastle United.

Kemenangan 2-0 atas Wolves membuat Sunderland mengoleksi 14 poin dari delapan laga, menyamai start terbaik mereka di era Premier League.

Dalam dua musim terakhir, semua tim promosi langsung terdegradasi setelah semusim bertahan. Namun skuad asuhan Régis Le Bris tampak siap mematahkan tren itu. Dengan 14 rekrutan baru, Sunderland tampil segar dan kompetitif sejak pekan pertama.

Sebagai perbandingan, tiga tim yang turun ke Championship musim lalu, Southampton, Leicester, dan Ipswich, hanya mengumpulkan total 14 poin dari delapan pertandingan pertama. Capaian Sunderland kini menjadi yang terbaik bagi tim promosi sejak Wolves pada musim 2018-2019.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.