Kementan RI Raih Penghargaan dari FAO terkait Solusi dan Kontribusi bagi Kemajuan Pertanian di Dunia

Minggu, 19 Okt 2025, 18:05 WIB

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) RI meraih penghargaan dari Organisasi Pertanian dan Pangan Dunia (FAO) atas solusi dan kontribusi dalam memajukan sektor pangan dan pertanian di dunia.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan RI Ali Jamil mengungkapkan penghargaan itu merupakan simbol dari dunia internasional bahwa Indonesia telah bertransformasi menjadi solusi bagi pertanian di dunia.

Ket. Foto: Penghargaan dari FAO terkait kontribusi bagi pertanian dunia. — Sumber: antara foto

“Penghargaan ini merupakan pengakuan dunia atas peran strategis Indonesia sebagai penyedia solusi pertanian bagi negara berkembang," kata Ali dalam keterangan di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Dia menyampaikan Indonesia telah bertransformasi dari penerima menjadi penyedia teknologi, tenaga ahli, dan inovasi pertanian global, seraya berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dunia.

Indonesia, lanjutnya, masuk dalam daftar penerima rekognisi FAO atas kontribusi Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) dalam pembangunan sektor pangan dan pertanian dunia.

"Penghargaan diserahkan pada acara Global Technical Recognition Ceremony di Kantor Pusat FAO, Roma, Italia, Rabu (15/10), dalam rangka peringatan 80 tahun FAO," ujar Ali.

Indonesia menjadi salah satu dari 18 penerima rekognisi KSST pada dua kategori Country-Level Recognition dan Institutional-Level Recognition.

Dari 18 penerima, kata dia, hanya lima perwakilan negara (Arab Saudi, Brasil, China, Uganda, dan Maroko) yang dipanggil ke podium untuk menerima penghargaan langsung. Indonesia bersama penerima lainnya disampaikan melalui penayangan di layar utama dan penyampaian sertifikat digital oleh FAO.

Pada kategori Country-Level, FAO mengapresiasi peran Indonesia dalam mendorong transformasi pertanian dan ketahanan pangan global melalui program KSST yang selaras dengan FAO Strategic Framework 2022–2031 dan visi "Four Betters” (better production, better nutrition, better environment, better life).

Selama dua dekade terakhir Kementan RI telah mengimplementasikan inisiatif KSST untuk 74 negara, dengan mengirimkan 190 tenaga ahli, 400 alat dan mesin pertanian, 5.000 dosis semen beku, serta memberikan pelatihan bagi lebih dari 1.500 peserta dari Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Pasifik.

Indonesia juga mendirikan pusat pelatihan regional di Tanzania, Gambia, dan Fiji, serta mendukung pemulihan produksi pangan di Madagaskar dan Sudan.

Pada kategori Institutional-Level, penghargaan diberikan kepada Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, sebagai centre of excellence dalam reproduksi ternak.

BBIB Singosari menyuplai lebih dari 60 persen semen beku nasional, membuka ribuan lapangan kerja, serta meningkatkan nilai ekonomi peternakan nasional. Secara internasional, BBIB Singosari telah melatih lebih dari 300 profesional dari 36 negara dan menjalin kerja sama dengan JICA dan Islamic Development Bank (IsDB).

Kegiatan Global Technical Recognition Ceremony dihadiri oleh jajaran pimpinan FAO, termasuk Director-General Dr. QU Dongyu dan Deputy Director-General Beth Bechdol, serta perwakilan negara anggota, organisasi internasional, dan mitra pembangunan global.

Sebelum penyerahan penghargaan, Plt. Sekjen Kementan Ali Jamil selaku Ketua Delegasi Indonesia juga menyampaikan komitmen Indonesia dalam memperkuat SSTC pada sesi Ministerial Dialogue on SSTC.

Sesi ini dihadiri para Menteri Pertanian dari China, Bangladesh, Kenya, Jordan, Uzbekistan, Nigeria, dan Uganda serta pejabat setingkat Wakil Menteri dari Brasil, Rusia, Azerbaijan, Tanzania dan Kolumbia.

Dalam forum tersebut Direktur Jenderal FAO, Director of UN Office for South-South Cooperation, dan Delegasi Tanzania secara khusus menyampaikan apresiasi atas kontribusi konkret Indonesia melalui berbagai program KSST.

Selain itu apresiasi terhadap Indonesia juga termasuk dalam hal inisiatif yang berakar dari semangat Bandung Conference tahun 1955 yang menegaskan solidaritas dan kerja sama negara-negara Selatan untuk kemandirian dan kesejahteraan bersama.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.