1.000 Anak Muda Semarang Donor Darah Sukarela Hingga Oktober 2025, PMI Apresiasi

Minggu, 19 Okt 2025, 21:06 WIB

SEMARANG - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang mencatat 1.000 anak muda berusia 17 tahun telah mendonorkan darah sukarela hingga pertengahan Oktober 2025. Semangat ini menunjukkan regenerasi kepedulian yang luar biasa di kalangan remaja, sekaligus menjadi simbol gotong-royong dan kemanusiaan. PMI dan Pemerintah Kota Semarang memberikan penghargaan bagi para donor setia dan pendonor baru sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka bagi masyarakat.

"Generasi muda usia 17 tahun yang memberikan darahnya di PMI Kota Semarang itu sudah terdaftar 1.000 orang tahun ini," kata Ketua PMI Kota Semarang Awal Prasetyo, di Semarang, Sabtu.

Ket. Foto: Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang menyerahkan penghargaan kepada donor daerah sukarela (DDS) pada penutupan Bulan Dana Kemanusiaan 2025, di Semarang, Sabtu (18/10). — Sumber: ANTARA/Zuhdiar Laeis

Hal tersebut disampaikan saat penutupan Bulan Kemanusiaan PMI Kota Semarang 2025 bertema "Humanity for Healthier Lifestyle" yang berlangsung di Wisma Perdamaian Semarang.

Bahkan, ia menyampaikan bahwa tidak menutup kemungkinan hingga akhir tahun jumlah pendonor darah muda di PMI Kota Semarang akan terus bertambah.

"Mungkin sampai akhir tahun bisa 1.500 orang atau lebih. Ini menunjukkan kita itu memiliki suatu semangat kaderisasi regenerasi yang luar biasa, dan itu ditangkap oleh anak muda," katanya.

Untuk semakin menggalakkan kepedulian berdonor darah kepada generasi muda, ia mengakui dibutuhkan keteladanan, terutama dari relawan PMI Kota Semarang.

"Pertama kali kita harus memberikan teladan. Bahwa kehidupan dengan kompleksitas yang seperti ini perlu didukung oleh semangat dan kegotongroyongan," katanya.

Menurut dia, salah satu bentuk dari gotong-royong adalah memberikan sebagian hidup kepada orang lain melalui donor darah.

"Sebagian hidup kita yang gratis itu kita berikan ke orang lain, karena kita diberi gratis, ya. Maka dengan contoh atau teladan itu orang-orang muda banyak yang tergerak," katanya.

Ia mengatakan bahwa persyaratan untuk bisa mendonorkan darah, terutama adalah kesehatan, baik secara fisik, mental, dan sosial.

"Sehingga anak muda itu bisa memberikan darah yang terbaik, kualitas yang terbaik dalam dirinya untuk orang lain," pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi para generasi muda yang berani dan sukarela memberikan darah untuk membantu yang membutuhkan.

"Terima kasih sekali, kalian adalah simbol lahirnya generasi baru dengan semangat 'Humanity for Healthier Lifestyle'," katanya.

Pemerintah Kota Semarang akan terus mendukung dan berkomitmen mendukung seluruh program PMI dalam melakukan kerja-kerja kemanusiaan.

Pada kesempatan itu, PMI Kota Semarang juga memberikan penghargaan kepada 150 orang donor darah sukarela (DDS) yang telah melakukan donor mencapai 25 kali.

Selain itu, penghargaan juga diberikan PMI Kota Semarang kepada 100 orang DDS mula atau baru pertama kali yang berusia 17 tahun.

  • semarang
  • pmi
  • palang merah indonesia
  • donor darah
  • anak muda semarang

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.