Warga Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan Tersengat Cuaca 38 Derajat
Jumat, 17 Okt 2025, 02:12 WIBCIREBON â Panas ekstrem tak hanya menimpa Jabodetabek, tapi juga wilayah yang disebut Ciayumajakuning. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kertajati, Jawa Barat, mencatat suhu udara tertinggi di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) mencapai nyaris 38 atau tepatnya 37,6 derajat Celsius pada pekan ini.Â
Prakirawan BMKG Stasiun Kertajati Dyan Anggraeni mengatakan peningkatan suhu tersebut dipicu oleh posisi semu matahari yang saat ini berada di atas wilayah Pulau Jawa, sehingga radiasi sinarnya diterima lebih langsung oleh permukaan bumi.
âPosisi matahari yang berada di selatan ekuator menyebabkan peningkatan suhu di wilayah kita,â kata Dyan Anggraeni saat dikonfirmasi di Cirebon, Kamis. Selain itu ia menyebutkan minimnya tutupan awan juga membuat sinar matahari tidak terhalang, sehingga siang hari terasa lebih terik dari biasanya.
Dari hasil pengamatan BMKG selama sepekan terakhir di tiga titik pemantauan yakni Penggung (Cirebon), Jatiwangi dan Kertajati (Majalengka), kata dia, suhu tertinggi tercatat 37,6 derajat Celsius pada 14 Oktober 2025. Menurut Dyan, kondisi panas terik seperti ini lazim terjadi pada masa pancaroba atau peralihan musim.
Pada periode tersebut, lanjut dia, cuaca cenderung sangat panas pada siang hari dan berpotensi hujan pada sore hingga malam hari. âPola seperti ini umum saat pancaroba, siangnya panas menyengat dan sore atau malam biasanya muncul hujan lokal,â ujarnya. Dari catatan historis BMKG, kata dia, suhu ekstrem di wilayah Jawa Barat bagian timur pernah mencapai 40 derajat Celsius pada 12 Oktober 2002. Artinya suhu tinggi yang terjadi tahun ini masih tergolong dalam batas normal.
âSecara klimatologis, suhu panas saat ini masih dalam rentang wajar, meskipun terasa lebih menyengat dibanding tahun-tahun sebelumnya,â kata Dyan Anggraeni. BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Ciayumajakuning agar tetap waspada terhadap dampak cuaca panas, terutama bagi kesehatan tubuh.
Dia menyampaikan warga disarankan memperbanyak konsumsi air putih, serta membatasi aktivitas luar ruangan pada siang hari. BMKG memperkirakan suhu udara tinggi di wilayah Ciayumajakuning masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan.
Pihaknya mengajak masyarakat untuk terus memperbarui informasi prakiraan cuaca, melalui kanal resmi lembaga tersebut agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca dengan lebih baik. âSelain itu saat cuaca panas seperti ini sebaiknya hindari pembakaran sembarangan,â tutur Dyan Anggraeni.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Cuaca Ekstrem dan Potensi Bencana Alam
-
Masuki Pancaroba, BMKG Minta Warga Bandung Raya Waspadai Cuaca Ekstrem
-
Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Banten pada 3-8 Mei, BMKG Minta Warga Waspada
-
Cuaca Ekstrem hingga 24 Mei, BPBD DKI Minta Warga Waspada Banjir
-
Sertifikasi SPPG Jangan hanya Sekadar Formalitas
-
Momen Langka! Warga Bantaran Rel Sampaikan Harapan ke Presiden Prabowo Soal Tempat Tinggal.
-
Angkasa Pura Indonesia dan AirNav Pastikan Operasional Bandara Soetta Tetap Terkendali Saat Cuaca Buruk
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.