Rupiah Hari Ini Melemah Saat Pasar Finansial Tenang, Investor Diminta Waspada
Kamis, 16 Okt 2025, 17:02 WIBJAKARTA â Rupiah mengalami pelemahan meski kondisi pasar global relatif tenang, menandakan adanya tekanan internal yang memengaruhi mata uang domestik.
Faktor-faktor seperti defisit neraca perdagangan, arus modal keluar, atau sentimen investor terhadap ekonomi domestik bisa menjadi pemicu utama, meski pasar global sendiri tidak menunjukkan gejolak berarti.
Pelemahan ini menekankan pentingnya stabilitas makroekonomi dan kebijakan fiskal-moneter yang responsif.
Bank Indonesia, misalnya, bisa memainkan peran melalui intervensi nilai tukar atau penyesuaian suku bunga untuk meredam volatilitas.
Selain itu, pelemahan rupiah dalam kondisi global yang relatif tenang menjadi sinyal bagi pelaku pasar bahwa faktor domestikâbukan globalâlebih dominan memengaruhi pergerakan mata uang.
Dengan pemahaman ini, pemerintah dan pelaku ekonomi dapat lebih fokus pada strategi jangka pendek dan jangka panjang untuk menjaga daya beli, stabilitas harga, serta kepercayaan investor, sehingga Rupiah tetap berada pada level yang sehat dan berkelanjutan.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Kamis (16/10) sore, melemah tipis sebesar 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp16.581 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.576 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah di level Rp16.580 per dolar AS dari sebelumnya Rp16580 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange ICDX Taufan Dimas Hareva menyatakan pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah mencerminkan pergerakan terbatas di tengah pasar global yang relatif tenang.
âSecara fundamental, kinerja rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh arah dolar AS dan perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed, ketimbang faktor domestik,â katanya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis (16/10).
Menurut Taufan, pernyataan dovish dari Gubernur The Fed Jerome Powell terkait sorotan terhadap perlambatan perekrutan tenaga kerja AS, yang meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunga pada pertemuan Oktober dan Desember 2025.
âKondisi tersebut menekan imbal hasil obligasi AS dan melemahkan dolar secara luas. Namun, dampaknya terhadap mata uang pasar berkembang seperti rupiah masih terbatas karena investor menahan posisi di tengah minimnya rilis data ekonomi penting pekan ini,â ucap dia.
Mengutip Anadolu, dilaporkan bahwa Powell belum memberikan petunjuk tentang kemungkinan penurunan suku bunga pada akhir bulan ini kendati pasar memprediksi pemangkasan tersebut bakal terjadi.
- rupiah hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Karhutla Lereng Semeru Meluas, Area Terdampak Capai 600 Hektare
-
PT KAI Siapkan Transformasi Stasiun Gambir Terintegrasi
-
Trump Klaim Nama Danau Ontario telah Diganti dan 'Disahkan' Jadi Danau Amerika di Apple dan Google
-
Potensi Ekonomi Gorontalo Utara Masih Luas, Kadin Bidik Investasi dan Lapangan Kerja Baru
-
Rupiah Hari Ini Tertekan, Pasar Menebak Arah Suku Bunga The Fed
-
Kenapa TPA Anak Negeri Gianyar Jadi Percontohan Nasional? Ini Keunggulannya
-
Sambut HUT Ke-81 TNI AL, Prajurit Kodaeral VIII Sapu Bersih Pantai Karang Ria Manado
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.