- Home
-
- Megapolitan
-
- Kasus ISPA di Jakarta Temb...
Kasus ISPA di Jakarta Tembus 1,9 Juta, Dinkes Sebut Polusi dan Cuaca Panas Jadi Pemicu
Kamis, 16 Okt 2025, 17:30 WIBJAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat sebanyak 1.966.308 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terjadi sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan yang mulai terpantau sejak pertengahan tahun seiring memburuknya kualitas udara di Ibu Kota.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan ISPA menjadi penyakit dengan jumlah kunjungan tertinggi di Puskesmas.
âTotal kasus ISPA merupakan penyakit dengan jumlah kunjungan tertinggi di Puskesmas karena penularannya dapat terjadi dengan sangat mudah melalui percikan droplet maupun partikel aerosol di udara,â ujarnya, Kamis (16/10/2025).
Peningkatan kasus ISPA ini, kata Ani, tidak lepas dari pengaruh polusi udara dan fenomena musim kemarau basah yang melanda wilayah Jakarta pada tahun ini. Kedua faktor tersebut membuat daya tahan tubuh masyarakat menurun dan mempercepat penyebaran agen penyebab infeksi di lingkungan padat penduduk.
Menurut Ani, gejala ISPA yang paling sering muncul di masyarakat adalah batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam.
âPada kondisi yang berat, penderita bisa mengalami sesak napas yang membutuhkan penanganan medis segera,â tuturnya.
Ia juga menegaskan pentingnya pencegahan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di kehidupan sehari-hari. Langkah sederhana seperti mencuci tangan, memakai masker di area publik, menerapkan etika batuk, dan menghindari paparan asap rokok dianggap efektif menekan penyebaran penyakit ini.
âSegera mengakses layanan kesehatan apabila mengalami gejala batuk dan pilek,â tambah Ani, mengingatkan agar masyarakat tidak menunda pemeriksaan medis untuk menghindari komplikasi.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan suhu maksimum di Jakarta pada Oktober 2025 mencapai 36,7 derajat Celsius. Kondisi panas ekstrem ini dipengaruhi posisi gerak semu matahari yang sedang berada di selatan ekuator.
Fenomena tersebut, menurut BMKG, turut memperburuk kualitas udara di Jakarta karena meningkatkan konsentrasi polutan di lapisan bawah atmosfer. Udara panas yang terperangkap di permukaan menyebabkan partikel debu dan asap kendaraan sulit terdispersi dengan baik.
Dampak dari cuaca ekstrem dan polusi ini mulai terasa di berbagai wilayah padat penduduk, terutama di kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Utara yang tercatat memiliki tingkat kasus ISPA tertinggi. Petugas kesehatan setempat terus meningkatkan upaya promosi kesehatan dan pemeriksaan dini di Puskesmas.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memperkuat pemantauan kualitas udara dan mitigasi kesehatan masyarakat di daerah rawan pencemaran. Langkah ini termasuk kampanye publik tentang pentingnya penggunaan transportasi ramah lingkungan dan pembatasan aktivitas pembakaran terbuka.
Data internal Dinkes menyebutkan bahwa sebagian besar kasus ISPA menyerang kelompok usia anak-anak dan lansia yang memiliki daya tahan tubuh lebih rentan. Pihaknya terus mengingatkan agar masyarakat memperhatikan ventilasi rumah serta menjaga kebersihan lingkungan dari debu dan polutan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah menyiapkan program intervensi kesehatan masyarakat berbasis komunitas untuk mengurangi risiko penyakit akibat polusi udara. Program ini mencakup penyuluhan kesehatan di sekolah, pembagian masker gratis, hingga kampanye penghijauan di lingkungan padat.
Lonjakan kasus ISPA di ibu kota menjadi peringatan serius bagi warga dan pemangku kebijakan untuk memperhatikan dampak jangka panjang dari kombinasi antara polusi, cuaca ekstrem, dan kepadatan kota. Pemerintah diharapkan segera mempercepat langkah mitigasi agar tren peningkatan penyakit ini tidak terus berlanjut hingga akhir tahun.
- Dinkes DKI Jakarta
- cuaca panas
- Cegah ISPA
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Operasi celah bibir dan langit-langit gratis
-
Makin Menjadi, Kebakaran Bromo Merambat ke 'Negeri di Atas Awan' B29
-
Kasus ISPA dampak kabut asap di Palangka Raya
-
Greenland Jadi Sorotan, Perusahaan Energi AS Turunkan Peralatan Eksplorasi
-
Babies Glow Ajak Masyarakat Mulai Merawat Kulit Tubuh Secara Menyeluruh
-
Kalahkan Manchester City 3-0, Arteta Sangat Bahagia Arsenal Juara Community Shield
-
Jutaan Lapangan Kerja Hijau Disiapkan, Bappenas Incar Lompatan Pertumbuhan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.