- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Ingin India dan Jepang ...
AS Ingin India dan Jepang Setop Beli Minyak Russia
Kamis, 16 Okt 2025, 11:22 WIBWASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengatakan (bahwa Perdana Menteri India Narendra Modi telah berjanji kepadanya bahwa New Delhi akan berhenti membeli minyak Russia, beberapa bulan setelah Trump mengenakan tarif hukuman atas pembelian tersebut.
"Dia meyakinkan saya tidak akan ada minyak yang dibeli dari Russia," kata Trump pada hari Rabu (15/10) kepada wartawan.
"Tahukah Anda, Anda tidak bisa langsung melakukannya. Prosesnya memang agak panjang, tapi prosesnya akan segera berakhir."
India tidak segera mengonfirmasi pernyataan Trump. Modi sebelumnya membela pembelian minyak dari Russia, mitra bersejarah India, meskipun Moskow menginvasi Ukraina.
Tetapi Modi tampaknya menunjukkan keinginan untuk memperbaiki hubungan dengan Trump dengan bertemu pada hari Sabtu dengan duta besar AS yang baru, ajudan Trump, Sergio Gor, beberapa jam setelah tiba di New Delhi.
Gor mengatakan setelah pertemuan tersebut bahwa pemerintahan Trump menghargai hubungan dengan India dan dia "optimistis", menunjuk pada panggilan telepon antara Trump dan Modi.
Trump dalam sambutannya di Gedung Putih memuji hubungannya dengan Modi, perdana menteri India terlama kedua setelah Jawaharlal Nehru.
Modi "adalah pria hebat. Dia mencintai Trump," kata presiden AS, merujuk pada dirinya sendiri.
"Saya tidak ingin menghancurkan karier politiknya," katanya tentang Modi.
"Saya telah mengamati India selama bertahun-tahun. Negara ini luar biasa, dan setiap tahunnya Anda akan memiliki pemimpin baru," kata Trump. "Teman saya sudah lama berada di sana."
Pada bulan Agustus, Trump menaikkan tarif ekspor India ke Amerika Serikat menjadi 50 persen, dan para pembantu Trump menuduh India memicu perang Rusia di Ukraina.
Jepang
Di hari yang sama, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington juga menginginkan Jepang menghentikan impor energi Russia, beberapa jam setelah Presiden Trump mengumumkan India akan berhenti membeli minyak dari Moskow.
Bessent mengatakan di X, ia berdiskusi dengan Menteri Keuangan Jepang Katsunobu Kato yang sedang berkunjung mengenai "harapan Washington agar Jepang berhenti mengimpor energi Rusia."
Jepang sangat bergantung pada impor minyak dan gas dari luar negeri.Â
Pada tahun 2023, Jepang menghabiskan 582 miliar yen ($3,9 miliar) untuk mengimpor gas alam cair (LNG) Rusia, menurut data bea cukai terbaru yang tersedia.
Jumlah ini setara dengan 8,9 persen dari total impor LNG.
Media Jepang di Washington mengutip Kato yang menolak membahas komentar Bessent.
"Saya ingin menahan diri untuk tidak membahas apa yang dikatakan menteri lain," kata Kato.
"Kami berkomitmen untuk melakukan apa pun yang kami bisa untuk mewujudkan perdamaian yang adil di Ukraina dengan berkoordinasi dengan negara-negara G7 lainnya," ujarnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Trump akan Tampil di Paspor Edisi Terbatas Ulang Tahun AS ke-250
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Bisa Ditandatangani di Eropa Dalam Beberapa Hari ke Depan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.