Tragedi Tambang Emas Venezuela, 14 Nyawa Melayang Terkubur Lumpur

Rabu, 15 Okt 2025, 15:41 WIB

BOGOTA - Setidaknya 14 penambang tewas di El Callao, sebuah kota pertambangan di negara bagian Bolivar, Venezuela selatan, setelah sebuah tambang emas runtuh akibat banjir bandang yang melanda negara tersebut baru-baru ini.

Bencana itu terjadi setelah hujan deras selama empat jam yang dimulai pada Minggu sore (12/10), menurut laporan setempat.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Hujan deras tersebut langsung membanjiri gua-gua bawah tanah, menewaskan 11 penambang yang berada di dalamnya. Tiga penambang lainnya tewas setelah terjebak di dekat pompa motor yang digunakan untuk menyedot air di lokasi kerja penambangan.

Para penambang terjebak di tiga sumur, masing-masing sedalam antara 30 dan 40 meter, yang tiba-tiba meluap akibat volume air yang sangat besar saat mereka melakukan pekerjaan ekstraksi bawah tanah.

Sistem Manajemen Risiko Nasional mengonfirmasi insiden tersebut, dan menjelaskan dalam sebuah pernyataan bahwa kecelakaan itu terjadi di sebuah tambang yang dikenal sebagai tambang "Cuatro Esquinas de Caratal" yang terletak sekitar 850 kilometer di tenggara ibu kota Caracas, dekat perbatasan dengan Guyana dan Brasil.

Organisasi tersebut merinci bahwa pihak berwenang saat ini sedang memompa air dari area yang terendam banjir sebagai langkah yang diperlukan sebelum dapat mengevakuasi jenazah.

Operasi penyelamatan melibatkan setidaknya lima badan keamanan, penyelamatan, dan pelindungan sipil di samping unit-unit militer. Jumlah korban resmi berdasarkan keterangan dari para penambang yang berhasil lolos dari banjir.

Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan upaya keras para penyelamat dan rekan-rekannya dalam mengevakuasi jenazah dari lumpur dan genangan air.

Organisasi pelindungan lingkungan telah lama memperingatkan bahwa operasi penambangan di wilayah tersebut beroperasi dalam kondisi yang sangat berbahaya.

Perekonomian El Callao sebagian besar bergantung pada ekstraksi emas, yang menopang sebagian besar dari 30 ribu penduduknya.

Insiden itu menggarisbawahi risiko yang melekat dalam eksploitasi sumber daya mineral Venezuela yang melimpah, termasuk emas, tembaga, dan berlian, karena operasi tersebut seringkali tidak memiliki kendali yang memadai atau infrastruktur yang memadai untuk mencegah kecelakaan fatal. Ant/Anadolu

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.