- Home
-
- Luar Negeri
-
- Israel Akhirnya Buka Perba...
Israel Akhirnya Buka Perbatasan Rafah Usai Hamas Serahkan Jenazah Sandera
Rabu, 15 Okt 2025, 18:15 WIBJAKARTA -Â Israel akhirnya memberi sinyal akan membuka kembali perlintasan perbatasan Rafah di Jalur Gaza pada Rabu (15/10/2025). Langkah ini diambil setelah Hamas menyerahkan lebih banyak jenazah sandera yang mereka tahan selama konflik.
Menurut laporan lembaga penyiaran publik Kan, keputusan ini juga akan memungkinkan peningkatan volume bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza. Bantuan tersebut mencakup makanan, obat-obatan, dan perlengkapan penting untuk memperbaiki infrastruktur yang porak-poranda akibat perang.
Kan melaporkan bahwa Israel telah memberikan izin kepada warga Gaza yang sempat keluar selama perang untuk kembali masuk ke wilayah itu. Selain itu, sebagian warga lainnya akan diperbolehkan menyeberang ke Mesir melalui perbatasan Rafah.
Diperkirakan ada sekitar 600 truk yang siap melintasi perbatasan, membawa berbagai kebutuhan mendesak bagi warga Gaza yang masih bertahan di tengah kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk. Truk-truk tersebut akan membawa makanan, obat-obatan, serta peralatan untuk memperbaiki fasilitas dasar seperti air dan listrik.
Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel maupun Palestina mengenai pembukaan kembali perbatasan tersebut. Namun laporan dari Kan menjadi sinyal kuat bahwa tekanan internasional mulai membuahkan hasil di tengah situasi yang menegang.
Sebelumnya, Israel sempat mengancam akan menutup sepenuhnya perlintasan Rafah pada Selasa (14/10/2025). Alasannya, Hamas dianggap gagal memenuhi kewajiban dalam kesepakatan gencatan senjata dan belum menyerahkan seluruh jenazah sandera yang ditahan sejak awal perang.
Beberapa jam setelah ancaman itu muncul, Hamas akhirnya menyerahkan empat peti mati kepada pihak Israel. Proses penyerahan dilakukan melalui Komite Palang Merah Internasional sebagai mediator antara kedua pihak.
Media Israel melaporkan bahwa dari empat peti mati yang diserahkan, tiga di antaranya telah diidentifikasi sebagai jenazah sandera Israel. Namun masih ada keraguan terkait identitas jenazah keempat yang belum dapat dipastikan.
Langkah Hamas menyerahkan jenazah sandera dianggap sebagai sinyal negosiasi yang positif. Tindakan itu membuka peluang terjadinya kesepakatan baru antara kedua belah pihak untuk memperpanjang gencatan senjata.
Sementara itu, komunitas internasional terus menekan Israel agar membuka akses bantuan ke Gaza. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai lembaga kemanusiaan menilai bahwa pembatasan yang dilakukan Israel telah memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Kondisi di Gaza hingga kini masih sangat kritis dengan jutaan warga bergantung sepenuhnya pada bantuan luar. Banyak rumah hancur, fasilitas kesehatan lumpuh, dan pasokan air bersih semakin menipis akibat serangan yang tak kunjung reda.
Langkah pembukaan perbatasan Rafah ini diharapkan menjadi awal dari proses pemulihan di Gaza. Namun, para pengamat menilai bahwa stabilitas jangka panjang masih jauh dari harapan tanpa adanya kesepakatan politik yang nyata.
Hamas sendiri belum memberikan komentar resmi terkait laporan dari Kan tersebut. Namun beberapa sumber internal menyebutkan bahwa kelompok itu berharap langkah ini bisa membuka kembali jalur komunikasi diplomatik dengan pihak internasional.
Pembukaan perbatasan Rafah bukan hanya soal bantuan kemanusiaan, tapi juga menyangkut martabat dan hak hidup bagi warga Gaza yang telah terperangkap di wilayah konflik selama bertahun-tahun. Setiap truk yang masuk membawa harapan baru di tengah reruntuhan dan keputusasaan yang menyelimuti daerah itu.
Dengan tekanan global yang semakin besar, Israel kini berada dalam posisi sulit untuk menolak arus bantuan kemanusiaan. Banyak negara, termasuk Amerika Serikat dan Mesir, mendesak agar Israel memberikan akses penuh bagi bantuan kemanusiaan ke Gaza tanpa hambatan militer.
Jika pembukaan ini benar-benar terwujud, maka itu akan menjadi salah satu langkah penting menuju meredanya krisis berkepanjangan di Gaza. Namun semuanya masih tergantung pada bagaimana Israel dan Hamas mampu menjaga kesepakatan dan menahan diri dari provokasi baru.
- Konflik Israel-Palestina
- perdamaian gaza
- Gencatan Senjata Gaza
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Pemda Diminta Akselerasi Belanja, Bukan Diendapkan di Bank
-
Hasil Forum Board of Peace: Indonesia Pimpin Rekonstruksi Gaza dan Deal Tarif Dagang
-
TNI Kirim Pesawat Hercules dan Kapal Rumah Sakit untuk Dukungan Perdamaian Gaza
-
Gigih Lakukan Pencegahan dan Penanggulangan, Palu Terima Penghargaan Percepatan Penurunan Stunting dari Kemendagri
-
BMKG: Waspada Potensi Hujan Petir, Banjir Rob-Cuaca Panas pada Kamis
-
Mengkhawatirkan! Ekspor Makanan Laut Vietnam Anjlok
-
Trump Menuju Asia, Dijadwalkan Bertemu Xi Jinping di Korea Selatan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.